Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Makna Pertemuan SBY dan Megawati, Momentum yang Tepat dan Strategis

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Selama sepuluh tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI kelima, Megawati Soekarno Putri tidak pernah menghadiri upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang setiap tahun dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta. Baru pada peringatan kemerdekaan RI ke-72, putri pertama Proklamator RI Ir. Soekarno itu hadir.

TAUFIQ KABAR PENTINGPeringatan ke-72 tahun kemerdekaan RI kali ini sungguh sangat memberi makna tersendiri, karena selain dihadiri Megawati, tampak pula Presiden ketiga Prof. BJ Hibibie, Presiden keenam Prof. Susilo Bambang Yudhoyono serta isteri Presiden keempat Gus Dur, serta hadir pula mantan Wakil Presiden Jendral TNI AD. Purn. Tri Sutrisno. Suasana semakin bermakna ketika usai upacara pengibaranan sangsaka merah putih tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para mantan presiden tersebut berkumpul dalam sesi foto bersama.

Pertemuan SBY dan Megawati sempat mengejutkan banyak pihak dan berhasil menghiasi media sosial dengan berbagai macam analisa yang umumnya ditarik ke masalah politik. Dekan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr.Taufiqurokhman, M.Si., berpendapat dilihat dari pertemuan kedua mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut bukan tidak mungkin dalam Pemilihan Kepala Daerah yang dilakukan serentak pada tahun 2018 PDIP dan Demokrat akan bergandengan tangan.

Mega2Dr.Taufiqurokhman memaknai pertemuan tersebut adalah sebagai momentum strategis dan sangat tepat pada era Pemerintahan Presiden ke-7 Jokowi. “Saat ini bangsa Indonesia dengan kekuatan elemen bangsa sedang merindukan dan berupaya mencapai suasana damai yang kondusif dalam untuk pelaksanaan Pembangunan dengan konsep Nawacita yang digariskan Presiden Jokowi. Seluruh elemen sangat berharap semua investor dari dalam negeri dan luar negeri dapat menanamkan uangnya untuk pembangunan indonesia,” terangnya.

Selanjutnya Dr. Taufiqurokhman mengatakan, pertemuan tersbut bisa jadi bermakna, Presiden ketujuh Jokowi menyambut gagasan Presiden keenam SBY terhadap usulan pertemuan secara berkala teragenda dengan para mantan Presiden untuk menyumbangkan gagasan-gagasannya agar bisa memperkuat Pemerintahan NKRI yang saat ini sedang terus melaksanakan pembangunan di semua sektor termasuk Infrastruktur dan pembangunan di daerah perbatasan serta menangkal peluang bangkitnya ekstrim kiri PKI dan ekstrim kanan ISIS.

Lebih jauh dikatakan Dr. Taufiqurokhman, banyak yang menyambut dan mengapresiasi positif pertemuan tersebut. “Ini bisa jadi dalam rangka melakukan konsolidasi Politik dan sangat menguntungkan bagi rakyat Indonesia jika pemerintah mengagas lebih jauh makna dari pertemuan tersebut yang pada ujungnya untuk kepentingan rakyat Banyak. Akan tetapi, perihal ada gagasan terhadap dipasangkanya PDIP dan Demokrat pada Pilpres 2019 masih terlalu dini untuk dibicarakan. Berbicara tentang siapa pasangan Joko Widodo dan calon Wakil Presidennya, masih kepagian. Terlebih saat ini Presiden Jokowi saat ini sedang fokus melaksanakan pembangunan pada masa pemerintahan dan fokus terhadap agenda pembangunanan yang tertuang dalam visi dan misi Kampanyenya untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Sebaliknya, lanjut Dr. Taufiqurokhman, Partai Demokrat merasa yakin akan tetap mengambil langkah partai sebagai penyeimbang atau partai Equilibrium System Politik. Di mana Partai tersebut akan hadir tidak sebagai partai oposisi tapi lebih menekankan memberikan kritik jika terjadi pada persoalan-persoalan krusial yang dianggap perlu dicarikan solusinya. Partai Demokrat juga akan mendukung kebijakan pemerintah selama untuk kepentingan rakyat banyak. “Berbeda dengan partai PKS dan Gerindra sepertinya memang memposisikan sebagai partai luar pemerintah atau lebih menjadi partai oposisi, walaupun dalam konsep pemerintahan presidensial hal tersebut tidak ada,” jelas Dekan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang juga seorang Pengamat Sosial dan Pengamat Kebijakan Publik ini.

Peluang AHY
Mega3Menyinggung tentang hal yang banyak dibicarakan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Dr. Taufiqurokhman melihat persoalan Partai Demokrat hari ini sedang melakukan konsolidasi dan banyak kader Partai Demokrat yang menginginkan AHY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. “Tentu saja hal ini tergantung kepada Ketua Umum Partai Demokrat SBY dan para petinggi dan DPC dan DPD demokrat, apakah peluang tersebut akan diberikan kesempatannya kepada AHY atau tidak,” terang Taufik.

Dikatakan Dr. Taufiqurokhman, jika kesempatan tersebut diberikan pada AHY maka Partai Demokrat bisa menjadi partai anak muda dan akan mendulang kesempatan saat masyarakat Indonesia merasa kehilangan kesempatan terhadap isue miring yang menerpa partai pokitik saat ini. “Terlebih menyangkut isue korupsi yang banyak menyandera kader partai yang saat ini ramai di berbagai media. Dengan begitu, masyarakat ada harapan baru untuk bisa memilih pemimpin masa depan ke depan dengan adanya partai untuk anak muda,” tegas Dr. Taufiqurokhman.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *