Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Langkat Tawarkan Wisata ‘Tidur di Sawah’

taufiqurokhman.com (Langkat) – Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, memperkenalkan kawasan wisata berkonsep ‘tidur di sawah’ yang berada di Dusun Pamah Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai dengan panorama keindahan alam dan udara yang sejuk.

Pengelola objek Wisata Tidur Sawah, Ferdinan, di Langkat, mengatakan, kawasan persawahan yang dikelilingi hutan Bukit Barisan Taman Nasional Gunung Leuser itu disulap menjadi objek wisata alam dan keluarga karena udaranya yang sejuk, baik saat siang maupun malam hari.

Kawasan wisata ‘tidur di sawah’ itu dikelola oleh BUMDes Ersada Arih dan pemilik lahan dengan konsep bagi hasil.

“Berbagai fasilitas yang memanjakan pengunjung ada di sini, mulai tenda penginapan dengan kapasitas 15 tenda, kolam renang, wifi, musolah, air bersih, kantin, semuanya disiapkan pengelola,” katanya Rabu (17/03/2021),

Seperti diketahui, Binjai sebuah wilayah di provinsi Sumatera Utara yang memliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah Rumah Ladang Simelir. Kawasan wisata ini berada di atas perbukitan. Keunikan wisata ini adalah terdapat rumah pohon yang bentuknya sangat unik. Di rumah pohon ini, wisatawan juga bisa menginap.

“Tiket masuk ke wisata ini terbilang cukup murah ya. Pengunjung akan dikenakan biaya retribusi sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu perorangnya. Tapi beda lagi kalau pengunjung mau kemping di sini. Ada biaya tambahan. Pastinya terjangkaulah,” ucap salah seorang wisatawan, Gusti Reza.

Selain menawarkan pengunjung yang ingin berkamping, lokasi wisata Rumah Ladang Simelir ini juga tersedia lokasi olahraga panah, dan tracking ke kolam abadi.

Tidak ketinggalan juga, bagi wisatawan yang hobi berfoto, lokasi ini sangat ciamik sekali. Panorama alam yang luar biasa serta udara yang sejuk begitu memanjakan dan betah saat sudah berada dilokasi.

Agar semakin betah, wisatawan juga bisa menikmati kopi atau kuliner yang tersaji di wisata Rumah Ladang Simelir. Sambil menikmati sajian kuliner, keasyikan akan bertambah saat matahari mulai terbenam.

“Asyik kalilah. Keindahan akan semakin terbentuk saat matahari sudah mulai terbenam. Sunset yang indah akan tersaji di Rumah Ladang Simelir ini,” ujar Reza.

Di malam hari, tempat ini sangatlah indah, wisatawan akan melihat seluruh rumah pohon yang ada di sini akan dilingkari oleh cahaya lampu. Warna lampu tersebut sangat cocok antara perpaduan bangunan rumah pohon tersebut.

Keunikan dari Rumah Ladang Simelir dibangun dari bambu dan terhubung antara satu pohon dengan pohon lainnya. beberapa fasilitas pun tergolong lengkap seperti kamar mandi umum, tempat istirahat gazebo, homestay, tempat ibadah, dan parkiran luas.

Menuju wisata ini dari pusat kota Medan wisatawan akan butuh waktu sekitar dua jam perjalanan darat dengan jarak tempuh lebih kurang 62 kilometer. Akses jalan menuju lokasi lumayan bagus, walaupun sedikit berkelok.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *