Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kuliah Umum Dirjen PPI Kemendag, Upaya Tingkatkan Kualitas Pengajaran FISIP Moestopo

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan kesepakatan perdagangan bebas yang digagas oleh sepuluh negara anggota ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Phillipina, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Laos, Brunei, Singapura) dengan enam negara mitra strategis, yakni Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Proyek kerjasama multilateral ini bertujuan untuk memperluas dan mempererat basis kerjasama ekonomi di antara negara-negara yang terlibat, dalam bingkai pengembangan pasar bebas (free tradearea) di kawasan Asia-Pasifik.

Kemendag-Moestopo2Seperti dijelaskan Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo dalam Kuliah Umum dengan tema Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Perkembangan Integrasi Ekonomi Kawasan di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Jumat (6/10/2017), adanya kerjasama tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi perekonomian negara-negara anggota dan memperkokoh pembangunan ekonomi masing-masing negara.

Iman Pambagyo menjelaskan, kerjasama yang dijalin meliputi kesepakatan dalam hal perdagangan barang dan jasa, investasi, kerjasama operasional, kerjasama dalam pengakuan terhadap hak atas kekayaan intelektual (intellectual property), kerjasama antar-institusi pemerintahan, pengembangan iklim investasi yang mendukung pembangunan perekonomian negara-negara anggota, serta kerjasama lain yang saling menguntungkan. “Dalam hal kerjasama perdagangan, fokus utama dari RCEP adalah mengeliminasi hambatan tarif dan non-tarif, baik dalam perdagangan barang maupun jasa. Kerjasama perdagangan dalam RCEP akan tetap berada di koridor kesepakatan kerjasama internasional seperti yang disetujui dalam the World Trade Organization (WTO). Menyangkut hak atas kekayaan intelektual, RCEP juga selaras dengan kesepakatan WTO,” paparnya.

Kemendag-Moestopo8Lebih jauh Iman Pambagyo menjelaskan, kehadiran RCEP mampu memperkuat kerjasama yang sebelumnya terbangun di antara negara-negara ASEAN dan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, di antaranya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN Plus 3, serta ASEAN Plus 6, sehingga mampu bersaing ditingkat global. Dijelaskannya juga, tentang integrasi kawasan yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk juga integrasi ekonomi di kawasan ASEAN, merupakan konsekuensi logis dari fenomena globalisasi yang tengah terjadi. “Lambatnya proses negosiasi perdagangan multilateral di bawah World Trade Organization menjadikan fenomena regionalisme ini tumbuh subur di beberapa kawasan. Terdapat paling tidak dua argumen yang secara ilmiah digunakan dalam mendukung integrasi ekonomi regional yaitu manfaat perluasan pasar dan mempromosikan kompetisi dengan menghilangkan hambatan perdagangan di antara negara-negara anggota,” jelasnya.

Jadi, katanya, diharapkan dengan arus perdagangan tanpa hambatan, alokasi sumber daya yang ada akan dapat dialokasikan dengan lebih efisien sehingga negara dapat mengoptimalkan keunggulan komparatifnya dan meningkatkan tingkat produktivitasnya,” jelas Iman Pambagyo.

Kemendag-Moestopo3Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Taufiqurokhman, M.Si., Kuliah Umum dari Dirjen PPI Kementerian Perdagangan Republik Indonesia merupakan bentuk Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan amanah Undang-undang No 12 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di dalamnya termuat tentang Pengajaran dan pembelajaran di perguruan Tinggi.

Kemendag-Moestopo7Dr. Taufiqurokhman menegaskan, Dirjen PPI Kemendag merupakan pelaku dan pemegang Regulasi dalam menjalankan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi regional, salah satu mata kuliah yang dikembangkan dalam program studi Hubungan internasional Konsentrasi Ekonomi Politik Internasional. “Dirjen PPI Kemendag, Pak Iman Pambagyo termasuk orang yang sangat dingin dan juga seorang negosiator ulung dalam meperjuangkan misi negara Indonesia di dunia internasional. Jadi sangat layak bila belaiau berbagi ilmu dan pengalamannya di kampus kami. Dan ini adalah Upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran FISIP Moestopo,” terangnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *