Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

KPU Sebut Penghitungan Suara Selesai dalam 24 Jam

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Ketua KPU RI, Arif Budiman, berharap penghitungan suara tidak ada kendala apa pun. Oleh sebab itu, mulai dari pemungutan suara sampai penghitungan diawasi agar berjalan lancar. “Saya monitoring mulai dari pemungutan suara sampai penghitungan suara. Malam ini saya melakukan monitoring untuk proses scanning upload dan input data hasil penghitungan,” ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu malam, (19/4/2017).

Dilanjutkan Arif Budiman, saat ini sudah masuk 154 tempat pemungutan suara (TPS) mungkin 1-2 jam lagi kecepatannya akan lebih cepat. “Saya berharap dalam 24 jam, ini sudah bisa selesai 100 persen secara keseluruhan,” tuturnya.

Jadi kesimpulannya, kata Arif, pilkada putaran kedua ini dijalankan bukan hanya sesuai jadwal, semua jadwal pas. Tapi juga on the track, semua prosedur dijalankan dengan baik. “Mudah-mudahan sampai jadwal rekap tingkat provinsi, bisa jalan dengan baik,” pungkasnya.

Seiring dengan terhimpunnya suara akhir dari hitung cepat, Saiful Mujani Research Center (SRMC) memastikan bahwa pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil memperoleh suara tertinggi di Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Pasangan tersebut memperoleh suara sebesar 58,06 persen. Di sisi lain, pesaingnya yakni pasangan nomor dua Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengumpulkan raihan 41,94 persen.

Melihat hasil tersebut, dosen FISIP UI sekaligus peneliti SMRC, Ade Armando, mengatakan bahwa perolehan ini di luar perkiraan sebelumnya. Di awal, ia memprediksikan persaingan persentase antar-calon bakal berbeda tipis. “Saya rasa pada umumnya, orang akan terkejut dengan jarak angka yang sangat besar. Beberapa lembaga penelitian tidak pernah membayangkan kemenangan bakal semutlak ini,” ujarnya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (19/4/2017).

Perbedaan angka perolehan suara yang kentara, menurut Ade, luput dari prediksi sejumlah lembaga penelitian sebelumnya. Persentase tersebut awalnya diperkirakan tak akan timpang. “Di awal, kami mengiranya paling berbeda sekitar 3-4 persen angka saja, kejar-kejaran dan berbeda tipis. Ternyata jadinya sebesar ini,” tutur Ade.

Kemenangan Anies-Sandi terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Hal ini terjadi karena menurut Ade, suara paslon nomor satu yang kalah di putaran pertama, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dikabarkan merapat pada Anies-Sandi.

Belum Akan Perkarakan Hasil Suara
Anies-sandi1Sementara itu Ketua Tim Pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Prasetio Edi Marsudi belum mau memperkarakan hasil suara sementara dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Meski dari tim pemenangan banyak menemukan adanya kecurangan ataupun intimidasi di sejumlah tempat pemungutan suara, namun kata Prasetio, rencana itu belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. “Tapi melihat hasil quick count (hitung cepat) yang sudah berjalan ini kecenderungannya terlalu jauh,” kata Prasetio di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Politikus PDI Perjuangan ini berencana, jika hasil resmi KPU nanti menyatakan pasangannya yang diusung kalah, ia tetap akan menghormati keputusan itu. Sebagai Ketua DPRD, pria yang akrab disapa Pras ini siap diajak bekerja sama untuk menyelesaikan program-program pemerintah daerah yang telah dicanangkan Ahok dan Djarot selama memimpin Ibu Kota. “Ayo kita bangun Jakarta bareng-bareng. Pertarungan pilkada sudah selesai. Ayo kita bangun Jakarta,” ucapnya.

Dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan Anies-Sandi berhasil mengalahkan pasangan Ahok-Djarot dalam hasil hitung cepat. Berdasarkan hasil hitung cepat dua lembaga survei, menempatkan pasangan Anies-Sandi unggul jauh dari pesaingnya, Ahok-Djarot. Hasil hitung cepat lembaga survei Indikator menyebutkan Anies-Sandi unggul dengan 57.89 persen, sedangkan Ahok-Djarot mendapat 42.11 persen. Kemudian, Polmark menempatkan Anies-Sandi 57.56 persen, mengungguli Ahok-Djarot dengan 42.44 persen. Meski demikian, hasil ini bukanlah hasil resmi. Hasil rekapitulasi resmi akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Harus Lebih Santun dan Jangan Korupsi
Di lain pihak, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais punya harapan terhadap pasangan Anies Baswedan-Sanduiaga Uno yang unggul dalam perolehan hitung cepat atau quick count. Amien berpesan agar dua figur ini bisa lebih santun kepada rakyat kecil Jakarta. “Bisa membuat Jakarta yang lebih santun pada rakyat kecil,” kata Amien Rais di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (19/4/2017).

Amien meminta Anies-Sandiaga bisa menjalankan amanatnya untuk tidak melakukan penggusuran terhadap rakyat kecil. Selain itu, bebas korupsi harus diemban pasangan nomor urut tiga itu. “Tegakkan yang bersih, jangan suka korupsi. Pendidikan diutamakan. Kemudian tempatkan rakyat di atas konglomerat. Kalau pegang rakyat Insya Allah benar,” ujar mantan Ketua MPR itu.

Kemudian, ia ikut menyoroti soal pembagian sembako menjelang pencoblosan di sejumlah daerah Jakarta. Menurutnya, rakyat Jakarta cerdas dan tak bisa diarahkan dengan hanya memberikan sembako. “Rakyat Jakarta itu pintar, berpikir waras demokratis enggak bisa disogok begitu saja,” katanya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *