Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kota Berdinding Batu Bernama Petra

taufiqurokhman.com (Petra) – Kota berdinding batu bernama Petra itu berjarak sekitar tiga hingga lima jam perjalanan dari Kota Amman, Yordania. Dalam bahasa Yunani, petra berarti batu. Sedangkan, orang Arab menyebut nya al-Bitra. Situs arkeologi itu terletak di sebuah dataran rendah yang diapit oleh gunung-gunung yang membentuk sayap. Kota ini sempat menjadi pusat perdagangan para kafilah yang melakukan perjalanan antara Mesir, Jazirah Arab, dan Syam.

Petra sempat hilang dari peradaban manusia selama 500 tahun, tepatnya sejak berakhirnya Perang Salib pada abad 12 M. Kota yang hilang itu baru diketahui peradaban Barat pada tahun 1812. Adalah petualang berkebangsaan Swiss bernama Johann Ludwig Burckhardt yang kembali memperkenalkan kota itu. Yang mengetahui keberadaan kota itu adalah suku Badui yang tinggal di sekitar wilayah itu.

Petra dalamKeindahan dan kemegahan Petra dilukiskan oleh BBC dalam seuntai kalimat, “Ini adalah satu dari 40 tempat yang harus Anda lihat sebelum mati.” Betapa tidak, Petra merupakan kota yang unik. Kota itu dibangun dengan cara memahat dinding-dinding batu.

Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Tak heran jika kota itu sulit ditembus musuh. Petra pun dikenal sebagai kota yang aman dari bencana alam, seperti badai pasir. Kota itu dikelilingi gunung-gunung. Salah satunya ada yang memiliki ketinggian sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi itu disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau el-Barra.

Banyak yang meyakini di puncak Jabal Harun itulah Nabi Harun wafat dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Rasulullah SAW pun diduga pernah mengunjungi gunung itu bersama pamannya, Abu Thalib, saat berdagang ke Syam (Suriah). Tradisi Arab meyakini Petra merupakan tempat Nabi Musa (Musa) memukul batu dengan tongkatnya hingga keluarlah air dari batu ter sebut. Di kota itu juga terdapat Wadi Musa, na ma tempat untuk menyebut lembah sempit di wilayah itu.

Pada abad 14 M, sebuah masjid dibangun di tempat itu dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Konon, Nabi Harun tiba di wilayah itu ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Fir’aun.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *