Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kini Ada Aplikasi untuk Mengetahui Apakah Obat Tradisional Berbahaya

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Masyarakat kini tak dapat lagi tertipu dan terpedaya dengan obat-obatan tradisonal yang berbahaya bagi kesehatan. Mengingat, sekarang masyarakat bisa dengan mudah memastikan apakah produk yang dipakai atau dikonsumsi berbahaya atau tidak. Caranya ialah dengan mencari tahu ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM. Kali ini tak perlu datang ke kantor lembaga ini. Sebab, BPOM baru saja aplikasi berbasis android bernama Public Warning.

Aplikasi ini berisi daftar produk obat tradisional yang dinyatakan berbahaya. Dengan aplikasi ini akan memudahkan masyarakat dalam produk yang aman untuk dikonsumsi. “Aplikasi ini adalah edukasi kepada masyarakat, transparansi kita. Semua produk-produk yang kita kumpulkan, kita ketahui, kita temui dalam pengawasan ternyata tidak memenuhi ketentuan kami siarkan ke masyarakat,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, di Balai Kartini Jakarta, Senin (11/12/2017).

Menurut Penny, untuk menggunakan aplikasi ini konsumen cukup memasukan nomor registrasi atau nama produk yang ingin dicek. Selanjutnya, aplikasi cek BPOM akan memberitahu apakah produk tersebut layak dikonsumsi, legal atau tidak. Aplikasi cek BPOM akan memberikan informasi terkait nomor izin edar, nama produk, komposisi, industri yang menaungi, serta status produk.

Penny menuturkan, ke depannya akan ada aplikasi serupa untuk mengakomodir masyarakat dalam mengetahui jenis kosmetik yang baik atau tidak bagi kesehatan kulit. Sebelumnya, BPOM pernah mensosialisasikan cara cek produk pangan. Metode itu dikenal dengan Cek KIK, yaitu dengan mengecek kemasan, izin edar, dan kedaluarsa yang ada pada kemasan.

Selain layanan call center, BPOM juga menerima pengaduan masyarakat lewat akun Twitter dan Facebook. Konsumen bisa berkicau di @halobpom1500533, atau singgah ke laman resmi BPOM RI, atau melalui layanan pesan singkat (sms) ke 08121 9999 533 dan email halobpom@pom.go.id.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *