Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kemenristekdikti Jadikan Untirta Pusat Kajian Pangan di Banten

taufiqurokhman.com (Serang) – Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi menjadikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai pusat kajian food security atau ketahanan pangan di Banten.

Hal ini dijelaskan Direktur Jendral Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Ali Ghufron Mukti saat soft launching gedung Untirta kampus lima di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Dikatakannya, kajian terkait pangan ini nantinya tidak hanya untuk pengembangan produk pangan saja, namun juga untuk pengembangan teknologinya. Dengan kajian tersebut, diharapkan produk pangan di Banten selain bisa memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri tapi juga bisa memenuhi kebutuhan nasional bahkan untuk komoditas ekspor.

“Kami harap Untirta menjadi center of excellent dalam hal food security atau ketahanan pangan. Tidak hanya untuk keperluan di Banten tapi juga bisa memenuhi kebutuhan nasional bahkan hingga luar negeri,” kata Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Ali Ghufron Mukti, Rabu (02/10/2019).

Dengan adanya pembangunan kampus baru yang fasilitasnya didanai Islamic Developement Bank (IsDB) sepenuhnya, dirinya berharap kajian tentang pangan di Untirta semakin maksimal bahkan bisa menjadi pusat kajian pangan di Banten. Meski begitu, Ali juga menginginkan agar kajian yang dilakukan tidak hanya melulu tentang penelitian produk pangan, tapi juga menyangkut inovasi teknologi pangan.

Selain itu, kajian pangan ini dilakukan demi mengembangkan ekonomi berbasis pada pengetahuan. Selama ini, kata Ali hasil produk pangan lebih banyak menitikberatkan pada sumber daya alam saja. “Ekonomi itu kami harap tumbuh tidak hanya berbasis pada Sumber Daya Alam tapi juga pada sumber daya manusia, juga berbasis pada pengetahuan,” ucapnya.

Rektor Untirta, Fatah Sulaiman mengatakan bahwa kajian pangan ini memang merupakan mandat yang diberikan kepada Untirta yang dalam penerapannya sudah disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukannya.

“Menjadi pusat kajian ketahanan oangan itu memang menjadi mandatory, maka kami siapkan pusat kajian ketahanan pangan terutama inovasi pangan lokal. Riset itu akan dilakukan di Untirta seperti contohnya bagaimana Talas beneng supaya dibuat kualitasnya sama dengan produk karbohidrat lain,” jelasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *