Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kemendag Cabut Izin 31 Importir Hortikultura

taufiqurokhman.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mencabut Persetujuan Impor (PI) yang dimiliki 31 importir produk hortikultura. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya juga merekomendasikan pada pemerintah provinsi untuk mencabut Angka Pengenal Impor (API) bagi 13 dari 31 importir nakal tersebut

Ia menjelaskan, pencabutan PI dan API bagi sejumlah importir produk hortikultura dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pengawasan dan Tertib Niaga Kemendag. Sejak awal Januari, tim tersebut telah memeriksa 142 dari 160 perusahaan pemegang persetujuan impor pada semester pertama 2017 dan menemukan sejumlah dugaan pelanggaran aturan.

Oleh karenanya, Kementerian Perdagangan kemudian mengundang langsung para importir untuk meminta klarifikasi atas dugaan pelanggaran yang mereka lakukan. Hasilnya, menurut Mendag, sejumlah importir akhirnya melakukan ‘pengakuan dosa.’ “Ada yang mengaku tidak punya gudang, tidak ada cold storage dan kendaraan pengangkut tidak sesuai dengan karakteristik produk,” kata Enggar, dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Tak hanya itu, sambung dia, ditemukan pula importir yang memberikan informasi palsu saat mengajukan persyaratan untuk mendapat persetujuan impor. Kepada sejumlah importir bermasalah tersebut, Kemendag akhirnya menjatuhkan sanksi berupa pencabutan PI dan API, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Sanksi berupa pencabutan persetujuan impor akan berlaku selama satu tahun sejak tanggal pencabutan.

Sementara bagi importir yang mendapat sanksi pencabutan API baru dapat mengajukan permohonan baru setelah dua tahun. “Kita beri mereka kesempatan untuk memenuhi persyaratan yang diwajibkan. Kalau tidak punya gudang, harus punya gudang dulu, baru kita kasih lagi izin impornya,” kata Mendag.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *