Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kedelai Ternyata Bisa Cegah Diabetes dan Obesitas

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Kacang kedelai merupakan salah satu jenis makanan yang ternyata dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan, yang dapat menimbulkan penyakit lainnya seperti diabetes. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014, sekitar 64 persen penduduk dunia yang memiliki berat badan berlebih punya risiko lebih tinggi akan kematian dibandingkan kekurangan gizi.

Karena itu, penting untuk mencegah terjadinya berat badan berlebih pada tubuh. Menurut Prof. DR. Ir. Made Astawan, Ms, seorang ahli gizi dan ahli kedelai, salah satu cara mencegah terjadinya berat badan berlebih atau obesitas adalah dengan memperbarui pola makan.

“Salah satu rahasia mengapa orang Jepang sangat jarang mengalami obesitas karena mereka sering bergerak, dan mengonsumsi kacang kedelai di berbagai makanan. Seperti susu, makanan ringan, makanan tradisional hingga ekstrak kacang kedelai yang berbentuk pil ada di sana,” katanya dalam acara bertema Konsumsi Kedelai Dapat Mencegah Obesitas di Jakarta, Rabu, (25/04/2018).

Made menjelaskan, kacang kedelai dapat mencegah berat badan karena kandungan proteinnya sangat tinggi dibandingkan dengan jenis kacang lainnya. Kedelai mengandung protein sekitar 38 persen atau setara protein hewani. Di samping itu, memiliki kandungan lemak sehat, sehingga aman untuk dikonsumsi. “Selain kandungan proteinnya yang tinggi, kacang kedelai juga kaya akan serat pangan, di mana serat pangan akan sulit dicerna oleh lambung, sehingga akan menunda rasa lapar,” ucap Made.

Kacang kedelai juga memiliki senyawa isoflavon yang berfungsi memperbaiki sel, dan mencegah kerusakan sel, sehingga sangat cocok dikonsumsi untuk mencegah diabetes atau dikonsumsi penderita diabetes.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *