Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kawasan Wisata Mandeh Akan Jadi KEK dan Terus Ditata

taufiqurokhman.com (Painan) – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terus menata Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan dengan harapan semakin populernya kawasan tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan di Painan, mengatakan secara umum permasalahan di kawasan wisata hampir sama seperti sampah, perparkiran hingga pungutan liar.

Agar Kawasan Mandeh tetap menjadi primadona pihaknya terus melakukan pendekatan dengan pelaku wisata sehingga hal itu bisa diminimalkan. “Dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan pemilik home stay, perahu wisata, pemandu wisata dan pelaku wisata lainnya untuk dilakukan pendataan dan seterusnya dibuatkan legalitas mereka beroperasi,” ujar dia.

Mandeh2Menurutnya dengan adanya legalitas tersebut maka pemerintah kabupaten akan lebih mudah melakukan pengawasan terutama bagi mereka yang nakal. “Kami dari pemerintah kabupaten pada beberapa kesempatan terus menekankan bahwa pariwisata tidak hanya dinikmati dalam hitungan puluhan tahun bisa ratusan bahkan lebih, hal itu tergantung pihak yang langsung bersentuhan mereka siap atau tidak,” ujar dia.

Ia menerangkan dalam waktu dekat penataan yang akan segera dilakukan adalah di Puncak Panorama Kawasan Mandeh dan sesuai rencana beberapa kios semi permanen milik pedagang akan pindahkan namun akan tetap berhubungan dengan lokasi. “Nanti akan kami tata di lokasi akan dilengkapi kamar mandi dan juga tempat ibadah, sehingga wisatawan semakin nyaman,” katanya.

Mandeh3Terpisah anggota DPRD setempat, Meni Mardanus menyebutkan agar Kawasan Mandeh terus menjadi primadona tidak hanya pelaku wisata namun masyarakat yang menetap di Kawasan Mandeh secara keseluruhan harus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Keindahan alam Kawasan Mandeh mempesona siapapun yang berkunjung sekarang bagaimana masyarakat dan pemerintah, jika semuanya satu tujuan maka Mandeh akan semakin terkenal,” katanya lagi.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang sedang berusaha diperbaiki tersebut, Kementerian Pariwisata menyatakan wilayah Mandeh bakal menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dengan menonjolkan keindahan wisata bahari. Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan setelah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menetapkan Mandeh sebagai sentra pariwisata, sekitar 400 hektar lahan di Mandeh akan dibangun pusat amenitas seperti hotel, balai pertemuan (convention hall), restoran, dan sebagainya.

Mandeh1Mandeh terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, berbatasan langsung dengan Kota Padang. Pertengahan 2017, kawasan Mandeh yang berjarak 56 kilometer dari Kota Padang itu menjadi KEK Pariwisata dan akan menjadi seperti kawasan Nusa Dua, Bali. “Dulu, Nusa Dua jauh dari Denpasar, jauh dari keramaian Kuta, dan minim fasilitas publik. Sekarang, Nusa Dua sudah berkelas dunia dan menjadi pusat konvensi,” kata Hiramsyah.

Mantan Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2002 mengatakan dampak KEK itu buat perekonomian sangat signifikan dan Mandeh kelak bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan industri di Sumbar. “Area 400 hektar itu sebagai KEK pariwisata. Tapi yang terdampak oleh KEK itu adalah seluruh Sumatera Barat,” katanya.

Hiramsyah sependapat dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menempatkan Mandeh sebagai “Raja Ampat Sumatera” sebagaimana pesona yang dimiliki Raja Ampat di Papua Barat. Kekuatan pesona Mandeh ada di bahari, wisata laut, pantai dan bawah laut. “Sekarang pun Mandeh sudah menjadi obyek wisata tetapi belum dioptimalkan. Saat ini Mandeh belum bisa dijadikan sebagai destinasi wisata utama. Maka dari itu perlu dilakukan pembangunan ini,” kata Hiramsyah yang sudah keliling kawasan Mandeh melalui laut.

Meskipun pemanfaatan pariwisata Mandeh belum optimal, kawasan ini sudah dipadati oleh wisatawan nusantara dan mancanegara setiap tahun.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *