Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kata Menristekdikti, Dosen Asing ke RI untuk Riset

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Mohamad Nasir meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu serbuan tenaga kerja asing asal China yang bekerja di berbagai bidang, termasuk perguruan tinggi. “Nah, ini jangan ditulis enggak jelas soal akan didatangkan dari China, enggak ada itu. Dari China itu adalah kami kolaborasi dalam riset, yaitu kami coba kembangkan namanya HTGR untuk pembangkit listrik tenaga nuklir,” katanya pada wartawan saat meresmikan Kongres Nasional Asosiasi Rumah Sakit Tinggi Negeri di Hotel Margo, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/04/2018).

Dijelaskan Nasir, dalam riset yang dulu, Indonesia menggunakan PWR, namun nantinya bisa menggunakan HTGR yang low risk, high return. “Ini yang ada baru di China. China sudah lakukan di industri. Dia hasilkan 200 MW elektrik, sekarang kita lakukan riset,” tuturnya.

Nasir mengatakan, soal kereta cepat, ia menilai Indonesia harus kerja sama dengan China dan Jepang. Dan dosen yang akan datang adalah bukan dosen tetap di Indonesia tapi dosen yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi, misalnya seperti Universitas Indonesia dengan MIT Amerika. “Dosen MIT akan datang ke UI, berkolaborasi pengembangan engineering di Indonesia melalui dosen dan mahasiswa, kemudian riset, inovasi nanti bisa bersama,” ujarnya.

Namun demikian, kata Nasir, yang menjadi problem saat ini ialah bagaimana pengeluaran visa. Sebab, visa yang berlaku di Indonesia itu satu bulan selesai dan harus diperpanjang. “Ini enggak mau begitu, saya usulkan bagaimana kalau itu kontrak dua tahun langsung visa dua tahun. Ini supaya lebih mudah, maka presiden keluarkan Perpres No 20 Tahun 2018. Jadi jangan dikira nanti mendatangkan banjirnya tenaga kerja asing, bukan itu. Ini yang salah dipahami publik,” tuturnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *