Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Karena Gaptek, Puluhan Anak di Blitar Tidak Bisa Sekolah SMA Negeri

taufiqurokhman.com (Blitar) – Akibat gagap teknologi (gaptek) saat daftar ulang, sebanyak 51 siswa di Kabupaten Blitar dipastikan tidak bisa masuk SMA Negeri. Mereka tidak mendaftar ulang di sekolah yang telah menerimanya, sampai batas akhir yang ditentukan, yakni 8 Juli pukul 16.00 WIB. Padahal, bagi siswa yang dinyatakan telah diterima di sekolah negeri, maka sistem online secara otomatis akan memblokir PIN yang bersangkutan.

Sehingga saat siswa tersebut tidak daftar ulang, maka PIN tetap terblokir selamanya dan tidak bisa mendaftar ke sekolah negeri lainnya. “Hampir semuanya yang tidak daftar ulang itu karena kurang informasi akibat gagap teknologi ya. Panitia PPDB bahkan sudah mengundurkan batas akhir daftar ulang selama satu jam pada tanggal 8 Juli itu. Namun ternyata masih banyak yang tidak daftar ulang,” jelas staf di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Suryadi, Selasa (11/7/2017).

Sementara, lanjut Suryadi, pihak sekolah yang berwenang meng-klik siswa yang sudah datang untuk daftar ulang, kurang memberikan informasi seluas-luasnya saat mereka datang untuk mendaftar di sekolah yang bersangkutan. “Kalau sekolah sudah tekan tombol klik daftar ulang, data siswa tersebut terintegrasi ke server pusat telah terblokir. Fatalnya, banyak siswa yang kurang paham dengan sistem online. Jadi mengundur jadwal, berpikir masih bisa dikompromikan dengan pihak sekolah dan lain-lain,” ungkapnya.

Seperti yang terjadi pada Natasa Agil Sefila (14). Dia menangis tersedu-sedu di depan meja panitia PPDB SMAN 4 Kota Blitar. Didampingi ibunya, siswa lulusan SMPN 9 Kota Blitar ini mengaku putus asa karena tidak bisa bersekolah di SMA Negeri sesuai keinginannya dan orangtuanya. “Saya sudah print pengumuman daftar ulangnya. Tapi saya tidak tahu kalau sampai tanggal 8 saja. Soalnya ada guru sini yang juga tetangga saya bilang, kalau masih bisa sampai Senin. Ternyata kalau pakai komputer itu tidak bisa melalui gurunya,” katanya sambil menyeka air mata.

Pemandangan serupa juga terjadi pada Diana Syahra (13) yang menangis di depan petugas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kab Kota Blitar, karena tidak bisa masuk di SMKN 1 Kota Blitar. “Orang tua saya yang mendaftarkan ulang, saya pas pergi keluar kota. Saya kasih tahu kalau tanggal 7-8. Pas ke sekolah jam 1 siang, kata satpamnya sudah tutup. Besoknya hari Sabtu orang tua saya tidak daftar ulang, Senin saja sekalian katanya,” ungkap gadis berhijab ini.

Sistem PPDB online batas akhir daftar ulang, Jumat (7/7/2017) hingga Sabtu (8/7/2017) mulai pukul 08.00-13.00 wib. Sistem tidak akan menerima input data di luar jadwal itu. Lalu solusinya seperti apa, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kab Kota Blitar Prov Jatim, Suhartono menegaskan, mereka bisa bersekolah di SMA atau SMK swasta. “Kalau sudah sistem ya tidak bisa diotak-atik lagi. Solusinya ya mereka bisa sekolah di swasta, itu saja. Makanya untuk tahun depan, kami harap tidak hanya siswa tapi orang tua juga harus paham sistem online itu mesin yang kerja, tidak bisa kompromi seperti dulu dengan guru atau pejabat pusat,” tegasnya.

detik

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *