Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Jambi Alami Kelangkaan Beras

taufiqurokhman.com (Jambi) – Saat ini ketersediaan beras di wilayah Jambi cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, wilayah yang dulunya menjadi salah satu penghasil beras ini, kini bergantung pada wilayah lain. Bisa dibilang, saat ini Jambi minus beras. Hal ini ditegaskan Kabid Pelayanan Publik Bulog Provinsi Jambi Saidi saat bincangi di ruang kerjanya.

Sekarang, ketersediaan beras khusus untuk Jambi harus dikirim dari Bulog DKI dan Jawa Tengah. “Daerah yang surplus beras harus mengirim yang minus,” kata Saidi, Senin (31/7/2017).

Menurutnya, stok tiga bulan ke depan, Bulog Jambi hanya memiliki 2.000 ton beras yang ada di gudang Bulog. Padahal, kebutuhan beras akan beras sejahtera (rastra) di Jambi mencapai 2.000 ton setiap bulannya. “Karena itu, kita (Bulog Jambi) butuh beras dari daerah yang surplus. Saat sudah dalam pengiriman 6.000 ton, yakni dari DKI 4.000 ton dan Jawa Tengah 2.000 ton. Sehingga menjadi 8.000 ton,” ungkap Saidi.

Harga beras di Jambi cukup tinggi. Selain itu, jumlah areal persawahannya mulai berkurang dan berubah menjadi lahan perkebunan sawit. “Lihatlah daerah lumbung padi yang pernah ada, seperti di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Kerinci, lahan padi masyarakat sudah berganti menjadi lahan sawit. Makanya, Jambi menjadi minus beras,” tutur Saidi.

Agar Jambi tidak minus beras, Dia menyarankan, adanya peran pemerintah untuk mengalokasikan daerah yang memproduksi padi, agar jangan dialihkan fungsi ke lahan perkebunan. “Harus ada program menambah cetak sawah baru dari sekarang. Dengan demikian di masa mendatang Jambi tidak lagi minus beras,” tukas Saidi.

Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan beras. Di samping dalam perjalanan beras sebanyak 6.000 ton, pihaknya di akhir Agustus ini sudah mengusulkan penambahan beras lagi. “Kita sudah usulkan dari sekarang. Karena yang 6.000 ton itu untuk stok tiga bulan ini, sedangkan yang diusulkan akhir Agustus untuk stok hingga Desember mendatang,” urainya.

Nantinya, lanjut Saidi, stok beras yang ada ini, juga diperuntukkan ke seluruh kabupaten di Jambi kecuali Kerinci. “Kalau Kabupaten Kerinci, stok berasnya didistribusikan dari Bulog Sumatera Barat. Kita harus mengusulkan dari jauh- jauh hari, karena perjalanan dari Jawa ke Jambi jauh. Yang jelas Bulog harus memiliki stok beras untuk tiga bulan ke depan,” pungkas Saidi.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *