Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Jalan Kaki Terlalu Lambat, Tingkatkan Risiko Kematian

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Menurut sebuah studi baru, orang dewasa yang sehat namun jalan kaki dengan lambat memiliki risiko dua kali lipat meninggal karena penyakit jantung. “Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan cara berjalan merupakan prediktor mandiri dari kematian yang berkaitan dengan jantung,” ujar peneliti utama Profesor Tom Yates seperti dikutip laman The Independent, Jumat (1/9/2017).

Sejumlah peneliti dari University of Leicester mengikuti 420.727 orang selama periode enam tahun untuk menilai angka kematian. Mereka yang kecepatan berjalannya lambat, diketahui memiliki risiko 1,8 hingga 2,4 kali meninggal karena penyakit jantung, penyakit pembunuh paling besar di dunia saat ini.

Walk on the Grass dalamPara peneliti juga mengikutsertakan faktor risiko yang meliputi merokok, indeks massa tubuh dan pola makan, menemukan bahwa kesimpulan ini berlaku pada pria dan wanita. Namun, pada dewasa dengan indeks massa tubuh yang paling rendahlah yang memiliki risiko paling tinggi berjalan lambat. Penulis penelitian ini yakin bahwa kecepatan berjalan merupakan indikator dari kesehatan keseluruhan dan kebugaran karena sangat berhubungan dengan toleransi dalam berolahraga. “Laporan kecepatan berjalan diri sendiri bisa digunakan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kebugaran fisik rendah dan risiko kematian tinggi,” kata Profesor Yates.

Para peneliti juga melihat apakah kecepatan berjalan bisa dikaitkan dengan kanker, tapi tidak ada hubungan yang ditemukan. Ini bukanlah studi pertama yang mengaitkan penyakit jantung dengan kecepatan berjalan. Penelitian pada 2009 menemukan bahwa berjalan lambat berhubungan erat dengan meningkatnya risiko kematian karena penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Penyakit jantung seringkali merupakan akibat dari tekanan darah tinggi, obesitas dan kolesterol tinggi. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi di beberapa negara di dunia.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *