Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Indonesia Terpaksa Impor Garam, Akibat Produksi Terganjal Cuaca La Nina

taufiqurokhman.com РTarget produksi garam nasional 2016 hingga awal Desember 2016 ini belum mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah pusat akibat faktor cuaca seperti La Nina. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pemasaran PT. Garam, Ali Mahdi, di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, Kamis (01/12/2016).

Menurutnya, pada awal tahun, pemerintah menargetkan kurang lebih tiga juta ton garam yang dapat diproduksi. Akan tetapi, hingga kini baru mencapai kurang lebih 115 ribu ton saja, dan hal tersebut jauh dari yang diharapkan. Hal itu, diakibatkan faktor cuaca seperti La Nina atau kemarau basah di daerah-daerah penghasil garam seperti Madura yang selalu menghasilkan garam, baik industri dan rumah tangga dengan jumlah yang banyak.

salt-1Dia menambahkan dengan hasil panen garam yang tidak memenuhi target tersebut, mau tidak mau PT. Garam harus melakukan impor garam karena hingga kini stok garam yang dimiliki oleh PT. Garam sudah habis. “Saat ini stok yang kami miliki telah habis terjual semuanya, jadi mau tidak mau harus mengimpor garam khusus untuk garam konsumsi,” tuturnya. Sebab kalau menunggu masa panen baru maka pihaknya harus menunggu waktu lebih lama lagi yakni sekitar pertengahan tahun maka dipastikan baik garam industri dan garam konsumsi tidak akan beredar di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Ali Mahdi, sesuai dengan Permendag 125 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Garam PT. Garam diberikan mandat untuk mengatur garam impor khusus untuk konsumsi. Lebih lanjut ia mengatakan, dari pantauan PT. Garam di pulau-pulau Jawa, sejumlah lahan-lahan di daerah tersebut sudah habis untuk pengolahan Garam.

Terkait akan dilakukan Impor garam tersebut oleh PT. Garam, Himpinan Masyarakat Petani Garam Jawa Timur yang datang untuk meninjau lokasi tambak garam Bipolo tersebut mengatakan pihaknya mendukung rencana dari perusahaan milik pemerintah tersebut. “Tetapi kami minta agar jangan sampai impornya melebihi kebutuhan garam di negeri ini,” kata Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam Jawa Timur Muhammad Hassan. Sebab jika tidak diperhatikan, maka menurutnya akan menggangu produksi panen garam pada 2017 nanti.
ant

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *