Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Indonesia GastroFest 2017, A Gastronomical Journey & Beyond

Taufiqurokhman.com – Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan besar yang memiliki 1.344 suku bangsa yang masing-masing memiliki ciri khas kebudayaan tersendiri yang terdiri dari berbagai unsur kehidupan, termasuk salah satu diantaranya adalah seni masakan. Indonesia adalah negeri kaya rasa, dengan kearifan lokal seni memasak dan seni masakan adalah salah satu harta karun terpendam yang dapat menjadi barometer kemajuan peradaban sebuah bangsa.

Mendasari pemikiran tersebut dan sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya memasak yang telah berabad dihidupkan secara turun temurun di negeri tercinta Indonesia, Bapak Guruh Soekarno Putra selaku Dewan Pendiri Indonesian Gastronomy Association (IGA), bersama Bapak Ery Erlangga selaku Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo dan akan menyelenggarakan sebuah acara dengan tajuk “Indonesia GastroFest 2017” : A Gastronomical Journey & Beyond, dengan akronim IGF 2017. IGF akan diadakan pada tanggal 21 – 23 Juli 2017 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

IGF 2017 merupakan sebuah acara yang memiliki karakter menyeluruh mengenai masakan, bukan hanya yang tersaji, namun IGF 2017 bertutur mengenai seni yang dihadirkan oleh sebuah sajian. Penghargaan yang akan mengurai kisah budaya, keberagaman bumbu lokal, teknik pengolahan yang detail dan berkelas, hingga sebuah menu lokal tersaji di ranah internasional. IGF 2017 adalah sebuah proses ‘internalisasi’ nilai budaya  bagi masyarakat daerah dan menjadi sebuah aksi diplomasi budaya Indonesia di mata dunia Internasional.

Perhelatan terhadap seni budaya masakan Indonesia, IGF 2017 akan diikuti oleh berbagai kalangan, seperti: perwakilan seluruh daerah di Indonesia, perwakilan diplomatik manca negara, kalangan industri dan organisasi baik lokal dan internasional, organisasi gastronomi manca negara, sommelier, cheese & master chef dari berbagai belahan dunia dan “top class cuisine fusion”, termasuk yang ada di Indonesia.

IGF 2017 akan diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 21-23 Juli 2017 dan akan mengubah lokasi ICE BSD City menjadi perhelatan geografis Nusantara dengan berbagai acara berkelas, yaitu: Gastrofest yang menjadi area anjungan utama dan menampilkan beragam menu masakan tradisional serta fushion ala Indonesia dan Internasional, GastroWine, GastroCheese, GastroCoffee, GastroCocoa dan GastroCigar untuk memenuhi kebutuhan para penggemarnya. Area Food Photography akan disediakan khusus untuk komunitas fotografi, High tea & Coffee time yang akan diadakan di area outdoor, disertai dengan dua kelas komersial menarik yaitu GastroCookery dan GastroBanquet.

Penyajian berkelas yang akan ditampilkan dalam kesempatan konferensi pers yang diadakan pada tanggal 12 Oktober 2016 berupa tiga jenis makanan dari tiga daerah di Nusantara, yaitu:
Ikan Dole (Sulawesi Tenggara),
Merupakan sajian khas lokal asal Buton dengan bahan dasar ikan tenggiri yang dibalut dengan kegurihan santan dan digoreng renyah dengan minyak panas sehingga mengeluarkan aroma bawang yang khas.
Udang Rambut Betara (Jambi),
Sajian lokal yang berasal dari Kabupaten Batanghari yang merupakan perpaduan berbagai macam bahan dasar khas Indonesia bercampur dengan daging udang cincang dan dibalut dengan remahan bihun lalu digoreng sehingga menghasilkan presentasi sajian yang sangat menggugah selera.
Bubur Pedas (Kalimantan Barat).
Tidak hanya terkenal di Sambas, Kalimantan Barat, makanan khas suku Melayu ini juga populer di Deli, Sumatera Utara. Bubur pedas khas Sambas adalah sajian bubur penuh gizi yang dipenuhi dengan berbagai macam sayuran segar. Penyajiannya yang menggunakan taburan kelapa sangtai, ikan teri, kacang, lemon cui dan sambal, menjadikan bubur sambas sebagai salah satu menu yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Dengan perpaduan beragam seni budaya yang unik, indah dan kearifan lokal yang ditampilkan, IGF 2017 akan menjadi sebuah acara yang merangsang seluruh seni indra penikmatnya. Acara ini tidak hanya ditujukan untuk pengusaha yang bergerak di industri masakan, namun untuk seluruh masyarakat Indonesia yang mencintai seni dan budaya.

IGF 2017 merupakan sebuah acara perjamuan dan pesta seni makanan untuk membangun kesadaran serta melestarikan warisan seni masakan tradisional sebagai karakter jati diri budaya kebangsaan, IGF 2017 juga berperan sebagai teater terbuka yang  diharapkan menjadi patokan dan barometer pergerakan gastronomi masakan nusantara Indonesia di mata dunia.

IGF 2017 menyelenggarakan pameran perdagangan yang akan di dukung oleh berbagai exhibitor pilihan dari berbagai daerah di tanah air seperti  Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan peserta dari luar negeri.

Dukungan Pemerintah
Karakter utama IGF 2017 adalah untuk menampilkan seni masakan daerah dengan mengajak keterlibatan masyarakat terkait di seluruh Indonesia yang diorganisir langsung oleh masing-masing Pemda bersangkutan melalui dukungan dari Kementerian Dalam Negeri.

Masyarakat daerah diberi kesempatan untuk menampilkan aneka menu-menu resep makanan warisan tradisional daerahnya, khususnya yang belum pernah atau kurang dikenal kebanyakan masyarakat Indonesia secara Nasional.

Secara khusus, menu-menu resep yang diajukan masyarakat pemangku daerah akan didaftarkan hak cipta dari hak kekayaan intelektual yang prosesnya difasilitasi oleh Kementerian Hukum & HAM.

Selain masyarakat daerah, IGF 2017 akan menghadirkan peserta dari kalangan organisasi pengusaha, organisasi profesi, kamar dagang dan industri nasional, kalangan diplomatik dari kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta serta kalangan kamar dagang dan industri negara-negara sahabat & organisasi internasional yang ada di Indonesia. IGF 2017 mengundang semua pihak untuk ikut berperan dalam memeriahkan dengan seni masakan nasional mereka masing-masing,  dan diikuti oleh para pelaku industri makanan dan minuman baik dari industri bahan baku, peralatan maupun industri terkait yang mendukung Industri makanan dan minuman di Indonesia.

Selain seni masakan tradisional Indonesia, IGF 2017 juga akan menghadirkan seni masakan mancanegara sebagai panggung untuk mempelajari tren kuliner terbaru dan teknik dari yang paling berpengaruh dari beberapa kalangan master chef yang paling terkemuka dan dihormati di dunia keahlian memasaknya.

Dengan demikian IGF 2017 akan menjadi ajang bertemu seni masakan dunia tidak hanya antara dua negara atau dua bangsa tetapi antara dua bagian yang sangat berbeda dari belahan dunia, baik dari timur dan barat. Event perdana IGF ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesian Gastronomy Association (IGA) dan Dyandra Promosindo.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *