Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ilmuwan Kembangkan Chip untuk Kembalikan Penglihatan Tunanetra

taufiqurokhman.com (Texas) – Sebagian orang mungkin lebih memilih dokter untuk mengembalikan penglihatan atau pendengaran yang hilang dengan langsung memperbaiki mata dan telinga yang bermasalah. Namun, Rice University justru menciptakan suatu alat demi memperbaiki bagian tubuh yang krusial tersebut. FlatScope, para ilmuwan sedang mengembangkan mikroskop datar yang bisa singgah di otak Anda, untuk memantau dan memicu neuron yang dimodifikasi menjadi neon saat aktif.

Alat tersebut tidak hanya menangkap lebih banyak detail daripada probe otak yang ada, namun mencapai tingkat yang cukup dalam sehingga harus menjelaskan bagaimana pikiran memproses masukan sensorik. Tentu saja, hal tersebut akan membuka pintu untuk mengendalikan masukan sensorik. Salah satu tujuan utama jangka panjang bagi para periset di Rice University adalah untuk dapat memindai otak pada tingkat yang cukup dalam untuk mengetahui dasar-dasar input sensorik dan inilah kunci yang akhirnya dapat dipelajari bagaimana mengendalikan masukan sensorik tersebut.

“Inspirasinya berasal dari kemajuan manufaktur semikonduktor. Kami mampu menciptakan prosesor yang sangat padat dengan miliaran elemen pada sebuah chip untuk telepon di saku Anda. Jadi mengapa tidak menerapkan kemajuan ini ke antarmuka saraf?” kata salah seorang tim, Jacob Robinson. Periset juga sedang mengembangkan FlatScope dalam yang bermitra dengan DARPA dan sebagai bagian dari program Neural Engineering System Design (NESD), dengan tujuan mengembangkan sistem implan yang berfungsi penuh, sehingga memungkinkan komunikasi antarotak dan dunia digital.

“Antarmuka semacam itu akan mengubah sinyal elektrokimia yang digunakan oleh neuron di otak menjadi yang nol dan merupakan bahasa teknologi informasi, dan melakukannya pada skala yang jauh lebih besar daripada yang mungkin terjadi,” ujar DARPA.

Seperti dinukil dari Science Alert, Jumat (21/7/2017), mereka bekerjasama dengan ahli bioluminesen untuk mengetahui cara mendapatkan neuron untuk melepaskan foto saat dipicu dan menciptakan pertunjukan ringan yang mengungkapkan lebih banyak tentang kerja otak di bagian dalam. Tim juga sedang membangun pekerjaan yang mereka lakukan dengan FlatCam yakni sensor kamera super tipis dan bertenaga rendah yang bisa digunakan dalam implan.

Namun, tantangan lain adalah menyusun algoritma yang dapat mengatasi data yang berasal dari otak dan memahami peta 3D aktivitas cahaya dan aktivitas neuron yang diberi makan kembali. Setelah semua rintangan kecil tersebut diatasi, ilmuwan perlu mengetahui bagaimana keseluruhan perangkat mendapat tenaga dan mentransmisikan juga menerima data secara nirkabel.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *