Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ibu Bekerja Berpotensi Alami Ganguan Jiwa

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Bagi Anda, wanita karier atau wanita kerja sudah saatnya Anda berhati-hati, Pasalnya, menjaga kesinambungan antara pekerjaan dan keluarga bukanlah perkaran mudah. Tidak sedikit para ibu yang bekerja mengalami tekanan dan dihadapi dengan pilihan yang sulit antar pekerjaan dan keluarga. Akan tetapi, menurut dokter spesialis kesehatan jiwa Dokter Endah Ronawulan, para ibu yang bekerja harus mengetahui apa yang mereka inginkan.

Apakah yang ia inginkan selaras dengan kenyataan atau dapat diwujudkan atau tidak. “Kebanyakan ibu yang bekerja mengalami stres secara emosional dan pikiran karena tidak dapat mewujudkan apa yang mereka inginkan. Seperti ingin melakukan yang terbaik untuk keluarga, dengan cara selalu ada untuk anak-anak. Namun sayangnya tidak bisa karena pekerjaan yang padat, dan akhirnya menyalahkan diri sendiri, ” ucapnya saat ditemui oleh VIVA dalam acara Woman on Top di RSPP, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Menurut dia, karena menyalahkan diri sendiri itulah yang menjadi awal seorang ibu mengalami gangguan kesehatan mental. Terutama jika sang ibu terus menerus menyalahkan dirinya dalam waktu yang cukup panjang. Untuk mencegah terjadinya depresi tersebut, yang terpenting sang ibu harus mengetahui apa yang menjadi alasan bagi dirinya untuk bekerja. Apakah karena ambisi, atau karena ekonomi?

Jika karena ambisi, jarang seorang ibu dapat mengalami rasa stres hingga depresi karena pikirannya akan tertutup akan ambisinya yang besar. Namun sebaliknya jika karena faktor ekonomi, kebanyakan ibu yang bekerja akan merasa dirinya tidak dapat melakukan hal sebaik mungkin. Baik dalam urusan pekerjaan dan keluarga dan berakhir dengan perasaan depresi.

Dalam saat inilah peran penting untuk suami dan keluarga. “Suami juga harus dapat memahami sang istri, bahwa istri bekerja untuk membatu perekonomian keluarga. Karenanya sebisa mungkin untuk berbagi tugas bersama. Atur komunikasi yang baik agar masalah sekecil apapun dapat dengan cepat terselesaikan. Dan sempatkan untuk berlibur, menghabiskan waktu bersama keluarga merupakan solusi terbaik untuk melepaskan rasa lelah dari rutinitas perkerjaan yang padat, ” pungkasnya.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *