Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Hoia Baciu, Hutan Rumania Nan Misterius

taufiqurokhman.com (Bucharest) – Ada sejumlah wilayah di berbagai belahan dunia yang menyimpan misteri dan belum dieksplorasi secara menyeluruh. Masyarakat bisa jadi menghindari lokasi itu karena berbahaya atau memiliki citra seram dan angker. Salah satunya adalah hutan yang memiliki julukan Segitiga Bermuda-nya Rumania. Segitiga Bermuda adalah wilayah yang membentuk segitiga di Samudera Atlantik tempat terjadinya berbagai kecelakaan dan orang hilang, serta peralatan navigasi yang tidak berfungsi.

Hutan di Rumania memang bukan wilayah perairan seperti Segitiga Bermuda, namun aspek misteriusnya serupa. Hutan itu bernama Hoia Baciu. Namanya sama dengan seorang gembala yang hilang di hutan itu dengan kawanan ternak 200 ekor domba. Hoia Baciu menarik perhatian dunia pada 1968 ketika teknisi militer Emil Barnea memotret benda aneh yang melayang-layang di atas area hutan. Barnea meyakini benda itu adalah pesawat UFO, meski masyarakat luas masih memperdebatkannya.

Sulit membuktikannya karena sebagian besar penduduk setempat takut memasuki hutan yang terletak persis di luar kota Cluj-Napoca itu. Ada informasi yang menyebutkan hutan Hoia Baciu menjadi lokasi untuk aktivitas paranormal. Cerita dari mulut ke mulut memiliki banyak variasi terkait hutan tersebut. Sebagian mengatakan hutan itu adalah pintu gerbang ke dimensi lain. Banyak kisah orang hilang di hutan atau sebagian muncul kembali tanpa ingatan tentang bagian dalam rimba.

Buah bibir paling umum dari hutan adalah kerap muncul bola cahaya misterius, suara wanita tanpa tubuh, suara tawa, bahkan penampakan. Pengunjung yang nekat memasuki hutan melaporkan ruam kulit yang tidak dapat dijelaskan, juga mual dan pusing. Beberapa orang juga dilanda perasaan cemas yang intens dan seperti terus-menerus diawasi. Di antara kisah dramatis adalah cerita gadis berusia lima tahun yang tersesat di hutan dan muncul lima tahun kemudian, tidak berubah dan mengenakan pakaian yang sama.

Yang jelas, perangkat elektronik tidak berfungsi di hutan ini. Ilmuwan pun belum bisa menjelaskan mengapa secara alami pepohonan dalam hutan tumbuh dalam pola zig-zag, spiral, dan sebagian berputar searah jarum jam, dikutip dari laman Stuff.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *