Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

HMI Barometer Pengkaderan Nasional yang Lahirkan Figur Intelektual

taufiqurokhman.com (Ambon) – Setelah melalui proses yang cukup panjang, Mahasiswa Jurusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Bandar Lampung, Respiratori Saddam Al-Jihad (RSA) akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Setelah berhasil menerima amanat, Saddam -demikian dia biasa disapa- menargetkan HMI bisa menjadi barometer perkaderan nasional yang dapat melahirkan figur intelektual.

Saddam yang mengusung tema ‘HMI Sustainable’ pada Kongres ke XXX di Auditorium Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, terpilih menggantikan Mulyadi P. Tamsir. Pada Kongres ini juga ditetapkan mide formateur 1 Asep Salahuddin (HMI Cabang Ciputat/UIN Syarif Hidayatulah Ciputat) dan mide formateur 2 Arifin (HMI Cabang Bogor/IPB)

Saddam akan memimpin HMI selama masa bakti 2018-2020. “Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,” kata Saddam usai terpilih, Minggu (25/02/2018).

Alumnus SMAN 2 Tanjungkarang, Bandar Lampung ini mengatakan HMI sebagai organisasi yang dapat berkontribusi melalui pemikiran dan pengabdian agar tercipta pembangunan nasional yang berkemajuan dan berkelanjutan. Saddam mengajak seluruh kader HMI bersama membangun perkaderan HMI.

Terpilihnya Saddam yang pernah menjadi Ketua HMI Cabang Jatinangor, Universitas Padjadjaran (Unpad) ini, menurut mantan Ketua Ikatan Alumni Unpad, Sapta Nirwandar, merupakan prestasi. “Tentu sebagai warga masyarakat Lampung ikut bangga atas terpilihnya Sadam dan mendoakan semoga sukses dalam menjalankan amanah. Memimpin HMI Nasional juga mereflesikan Saddam sebagai sebuah prestasi dan kualitas kepemimpinan muda,” kata Sapta Nirwandar sambil menjelaskan, Kongres XXX HMI dibuka akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Februari 2018 dan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Saddam1Tentang Saddam, dia secara resmi mendaftar sebagai sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Ambon, Maluku, 14 Februari 2018. Dengan mengusung tema ‘HMI Sustainable’ RSA optimistis mampu meraih dukungan. Alumnus SMA Negeri 2 Bandar Lampung angkatan 2008 ini, merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat.

Saddam mendaftar setelah mengantongi 11 rekomendasi pengurus cabang sebagai syarat calon Ketum PB HMI. ”Saat pendaftaran pada 31 Januari diputuskan dengan matang bersama tim, karena bertepatan dengan gerhana bulan total. Sebagai Muslim yang taat saya ingin meraih berkah atas setiap peristiwa di muka bumi ini,” kata Saddam, Minggu (04/01/2018).

Menurut Saddam, Kongres HMI merupakan momentum bagi kader yang mencalonkan diri untuk melakukan refleksi secara sadar dalam meneguhkan ide-ide perbaikan organisasi. “Saya percaya masa depan Himpunan terletak pada nahkoda HMI selanjutnya,” kata Saddam yang produktif menulis di berbagai media ini.

Saddam yang kini menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB HMI ini mengatakan kongres yang arif dan beradab hanya bisa terwujud melalui semangat gotong royong. Kebesaran hati serta komitmen berkader yang tinggi, kata Saddam, adalah urgensi kongres yang berkualitas.

Dia mengakui kehebatan dan kelebihan seluruh kandidat ketua umum yang ada. Sehingga dia mengajak semua pihak yang terlibat untuk berkompetisi secara etis. “Semua kandidat adalah kawan di kepengurusan PB HMI. Ikhtiar kita tentu sama, demi kemajuan dan keberlanjutan himpunan,” ujar Saddam.

Pada proses pemilihannya dan saat melaksanakan talk shoh di Universitas Darusalam (Unidar) Ambon dengan tema satu jam bersama Respiratori Saddam Al Jihad yang bertajuk, Konsepsi HMI Sustainable Menuju Youth Government, Saddam memaparkan bahwa Provinsi Maluku merupakan salah satu kawasan strategis untuk mewujudkan pembangunan ekonomi di era Presiden Jokowi. “Saya yakin lima atau sepuluh tahun ke depan wilayah Maluku akan berkembang dan maju, karena saya melihat potensi laut kita di timur sangat berlimpah ruah,” ujarnya.

Sebagaimana yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden Jokowi, pembangunan sektor Maritim khususnya laut akan menjadi target utama dalam menunjang sektor pembangunan lainnya. Selain itu Saddam menambahkan, untuk menyambut bonus demografi di tahun 2045 kita harus menyiapkan generasi emas yang berkualitas demi keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Lompatan generasi muda kedepan akan semakin cepat, anak-anak muda kita harus bergegas menjemput peluang ini, karena pemerintah telah mencanangkan itu dalam cetak biru pembangunan Indonesia,”paparnya.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki banyak senior yang berkiprah pada tingkat Nasional, beberapa di antaranya Akbar Tanjung, Jusuf Kalla dan terakhir yang berhasil tampil sebagai sosok muda HMI adalah Anas Urbaningrum. Saddam mengatakan, ketiganya adalah figur yang pantas menjadi teladan kader-kader HMI, Jika di kaitkan dengan Bonus Demografi Mas Anas adalah satu diantara alumni yang terbukti kiprahnya ber’HMI. “Kita juga harus merawat generasi ilmu dan membina generasi amal. Bagi saya ini adalah syarat utama untuk mewujudkan pemerintahan pemuda di Indonesia,” jelasnya pada talk show tersebut.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *