Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Harapan Pemimpin DKI Jakarta Berdasarkan Pandangan Dr. Taufiqurokhman, M.Si

Taufiqurokhman.com – Pilkada DKI Jakarta 2017 tahun ini akan digelar. Dimana setiap warga Jakarta akan memilih Gubernur yang bukan hanya berbasis kinerja saja, tapi yang bisa memimpin ibu kota Jakarta sebagai kota metropolis dan etalase Indonesia di mata dunia, serta memberikan ketentraman pada kondisi pembangunan DKI Jakarta.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta dipimpin oleh Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau biasa akrab disapa Ahok dengan Wakil Gubermur Djarot Saiful Hidayat yang juga sekaligus sebagai tokoh PDIP dari Blitar, tanah leluhur Bung Karno. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Ahok saat ini berencana untuk maju di Pilkada DKI Jakarta dengan pasangan Heru Budi lewat jalur Independen, meninggalkan partai pendukungnya yaitu PDIP.

Pak Ahok nampaknya ingin melanjutkan kepemimpinannya dalam lima tahun ke depan. Hanya, memang gaya kepemimpinanya yang kontraversial membawa Ahok maju sebagai Calon Gubernur (Calgub) Independen. Bahkan ibu Megawati Soekarnoputri pun pernah mengeluarkan intruksi agar melawan calon independen Ahok.

Namun, tentu tidak hanya Pak Ahok yang ingin memimpin Jakarta. Ada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra dan tokoh lain yang ingin berbuat yang terbaik untuk Jakarta. Bahkan semua partai politik (parpol) telah memasang target untuk mengalahkan incumbent.

Dalam kasus ini, Dr. Taufiqurokhman, M.Si yang pernah menjabat sebagai DPRD Propinsi Banten, saat ini menjadi Kepala Bagian Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama pun angkat bicara.

Menurutnya, siapapun Gubernur DKI Jakarta nantinya, diharapkan bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi ke depannya untuk Jakarta. “Calon Gubernur DKI Jakarta harus punya modal yang kuat untuk mengelola tatanan pemerintahan yang baik dan bersih serta taat hukum dan lebih beradab,” kata Taufiqurokhman.

Namun, lanjut Taufiqurokhman, untuk menentukan siapa yang akan memimpin Jakarta tentu memerlukan nalar, kearifan, dan pertimbangan yang matang. Bukan mengedepankan sikap emosional apalagi menghalalkan segala cara.

“Siapapun yang memimpin Jakarta nanti, bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Tapi lebih ke niat baiknya pada keinginan untuk memajukan ibukota ke arah yang lebih beradab, manusiawi, dan tentu saja berwawasan kemajuan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *