Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Golkar dan Gerindra Utus Wakilnya Masuk Hak Angket KPK

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Akhirnya, Fraksi Partai Golkar dan Partai Gerindra memutuskan untuk mengirimkan anggota fraksinya masuk dalam panitia khusus (pansus) hak angket DPR RI untuk kinerja KPK pekan ini. Padahal sebelumnya Golkar dan Gerindra sama-sama menolak hak angket untuk KPK. Kepastian akan mengutus wakil fraksinya ke pansus hak angket KPK disampaikan Sekretaris Jenderap Partai Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Kedua fraksi beralasan perlu ada wakilnya di pansus itu untuk mengontrol kinerja sekaligus menguatkan KPK. “Partai Golkar melalui fraksinya di DPR RI akan mengirimkan anggotanya untuk pansus hak angket. Sasarannya untuk menguatkan KPK,” kata Idrus Marham, di Jakarta, Selasa (6/6/2017). Menurutnya, usulan hak angket sudah disetujui DPR RI melalui rapat paripurna, itu artinya hak angket untuk KPK telah menjadi kesepakatan bersama dari fraksi-fraksi di DPR RI.

Pansus hak angket untuk kinerja KPK, kata Idrus, akan terus berjalan, kalau Fraksi Partai Golkar tidak mengirimkan wakilnya di pansus hak angket, bagaimana dapat memperkuat KPK. “Fraksi Partai Golkar ingin menguatkan kewenangan KPK. Kalau di pansus hak angket tidak ada wakil dari Fraksi Partai Golkar, terus KPK dilemahkan, ya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Idrus MarhamIdrus menegaskan, anggota Fraksi Partai Golkar jika berada di dalam pansus hak angket, dapat berbuat untuk menguatkan kewenangan KPK. Idrus juga menceritakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan elite dari partai politik lainnya di DPR RI, yang menyatakan akan mengirimkan wakil-wakilnya menjadi anggota pansus hak angket kinerja KPK. “Kami punya keyakinan fraksi lainnya akan mengirim wakilnya ke pansus hak angket. Ada beberapa pimpinan partai mengatakan, akan mengirimkan wakilnya,” katanya.

Serupa Golkar, Fraksi Gerindra juga akan mengutus wakilnya untuk menjadi anggota panitia khusus hak angket KPK. “Fraksi Partai Gerindra di DPR RI akan turut mengawasi kinerja pansus hak angket KPK dari dalam. Sikap Partai Gerindra, ingin menguatkan KPK,” kata Fadli Zon, kemarin.

Menurut Fadli Zon, sikap Partai Gerindra ingin mengawasi kerja pansus hak angket KPK, ke mana arahnya. Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan, tidak boleh ada upaya untuk melemahkan KPK dari dalam pansus angket KPK, sehingga perlu adanya kontrol. “Kalau tidak ikut di dalam pansus angket, maka Fraksi Partai Gerindra tidak punya hak suara. Kami tidak punya tangan dan kaki. Karena itu, Fraksi Gerindra di DPR perlu mengirimkan wakilnya,” katanya.

Dia menegaskan, kalau anggota fraksi Partai Gerindra DPR RI ada di dalam pansus angket KPK maka memiliki sauara dan dapat turut menentukan hasilnya. Menurut Fadli, Fraksi Partai Gerindra akan segera mengirimkan wakilnya untuk menjadi anggota pansus angket KPK, tapi belum menyebutkan nama-namanya. Padahal, sebelumnya Fraksi Partai Gerindra DPR RI menolak usualan hak angket KPK.

Bahkan, pada rapat paripurna DPR RI, yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Jumat 28 April, saat disetujuinya usulan hak angket, anggota Fraksi Partai Gerindra menolak dan bahkan meninggalkan ruangan rapat paripurna atau “walk out”.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *