Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ferry Mursyidan Baldan Sebut, Pancasila dan Islam Saling Menopang

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Ferry Mursyidan Baldan mengaku prihatin melihat kondisi bangsa belakangan ini. Dalam pandangan Politisi Islam, saat ini bangsa terkesan saling hujat. Untuk itu, Ferry mengajak semua elemen bangsa untuk merajut kembali keutuhan bangsa.

Yang paling menyedihkan, lanjut Ferry adalah standar bernegara menjadi turun. Hal tersebut diungkapkannya pada diskusi yang bertajuk ‘Politik dalam Islam, Membangun Ghirah Politik Umat Islam Dalam Rangka Memperteguh Persatuan Nasional di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (20/5/2017). “Memotret kejadian kemarin adalah bagaimana merajut dan memulihkan kembali, tak boleh berlarut-larut,” sambungnya.

Ferry memaparkan, ideologi Pancasila sangat Islami. Islam dan Pancasila, menurut Ferry tidak bertentangan, tapi saling menopang. “Pancasila itu sangat islami. Adalah salah besar ketika mengatakan Islam itu anti Pancasila. keliru itu, saya selalu menyebut Pancasila adalah idiologi yang Islami. Saat ini yang hilang adalah sila keempat, bermusyawarah (dialog),” imbuhnya. Para elite bangsa, lanjut Ferry, perlu mengedepankan dan melakukan dialog kebangsaan.

Mantan Ketua Umum PB HMI Periode 1990-1992 ini mengingatkan, agar tidak menjadi bangsa pendendam, karena justru akan mengarah pada perpecahan. “Jangan menjadi bangsa pendendam. Ketika logika dan nalar tidak menyambung, itulah yang saya katakan menurunnya standar bernegara. Negeri ini adalah negeri yang sejak jaman dahulu sudah menghormati kemajemukan. Sehingga, jika ada yang mempertanyakan Kebhinekaan, bisa jadi salah baca atau tidak paham membaca sejarah,” terang tokoh asal Jawa Barat ini.

Dalam paparan, Ferry menyinggung tentang tujuan berpolitik dalam islam. “Tujuan politik umat Islam adalah ihtiar untuk mencapai bernegara yang rahmatan lila’alamin,” pungkas Ferry pada seminar nasional yang juga dihadiri pembicara lain seperti Eep Saifulloh Fatah, DR. Tgh. Muhammad Zainul Madji, MA, Fuad Mahbub Siradj, dengan moderator oleh Zeng Wei Jan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *