Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ditemukan Variasi Gen Penyebab Leukimia

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Jenis kanker darah yang paling umum adalah chronic lymphocytic leukemia (CLL). Walaupun umum terjadi, namun jenis leukemia ini belum dipahami dengan baik. Sebuah studi baru dari The Institute of Cancer Research London menginformasikan temuan peneliti yang mengidentifikasi sekelompok varian gen yang bisa meningkatkan resiko perkembangan CLL pada seseorang. Dengan adanya temuan ini, dapat membantu ilmuwan untuk mencegah atau mengobati CLL dengan lebih baik.

Para ilmuwan menghubungkan resiko pengembangan CLL ke sembilan daerah DNA. Varian baru ini masing-masing terkait dengan meningkatnya resiko kanker hingga 1 %. Para ilmuwan telah menemukan 41 perubahan pada DNA yang diyakini secara langsung mempengaruhi resiko pengembangan CLL. Mereka percaya dengan memahami genetikanya dapat membantu peneliti mengembangkan perawatan yang lebih baik dan membuat perawatan saat ini lebih efisien.

Dari penelitian, ditemukan hal menarik bahwa lima diantara gen baru itu dapat membantu sel darah putih melawan penyakit dan dua diantaranya berada dalam wilayah DNA yang berkaitan dengan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis dan lupus. “CLL pada dasarnya adalah penyakit sistem kekebalan tubuh. Dan yang menjadi sangat menarik adalah bahwa ternyata begitu banyak varian genetik baru yang telah kami temukan yang secara langsung mempengaruhi perilaku sel darah putih dan kemampuan mereka untuk melawan penyakit,” jelas Dr. Richard.

Penelitian ini dinilai tepat waktu karena CLL dianggap tidak dapat disembuhkan. Terlebih, menurut laporan dari Cancer.net sebanyak 18.900 orang di Amerika mengidap CLL dan 4.660 diantara mereka akan meninggal sebelum akhir tahun karena mengidap penyakit ini. Menurut American Cancer Organization, bentuk kanker CLL dimulai pada sel darah putih yang ada di sumsum tulang sebelum menyebar ke darah.

CLL sering tumbuh tanpa menimbulkan gejala lain selama bertahun-tahun sehingga dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain tanpa diketahui. ‚ÄúPenelitian penting ini memberikan informasi berharga untuk memahami bagaimana variasi genetik menyebabkan CLL berkembang. Kami mulai mendapatkan gambaran rinci tentang apa yang mendorong penyakit ini dan kami berharap hal ini mengarah pada diagnosis yang lebih akurat dan perawatan pribadi yang lebih tepat untuk orang-orang yang terkena CLL,” kata Dr Alasdair Rankin, Direktur Riset Bloodwise, badan amal yang mendanai penelitian ini dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Medical Daily, Senin (12/1/2017).

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *