Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Diskusi Bedah Kitab Seri IV Nizhâm al-Islâm

Taufiqurokhman.com – Yayasan Rumah Kita Bersama alias Rumah Kitab pada Rabu (22/6/2016) lalu menggelar diskusi bedah kitab Nizhâm al-Islâm yang dimana ini merupakan kitab seri keempat karya Syeh Taqiyuddin al-Nabhani, pendiri kelompok dakwah Islam Hizbut Tahrir.

Bedah buku kali ini menggunakan Metodologi kajian teks seperti riwayat hidup, gagasan-gagasan penulis tentang masyarakat, sistem bernegara, yang secara konsisten digunakan untuk menganalisa isi buku tersebut.

Sebelumnya juga sudah dibahas kitab Ma’âlim fȋ Al-Tharȋq, ( Sayyid Qutub ), Kedua, kitab Al-Tarbiyah al-Jihâdîyyah wa al-Binâ` (Dr. Abdullah Azam), Ketiga, kitab Al-Jihad fȋ Sabȋlillah, (Abu al-A’la al-Maududi).

Pada diskusi bedah kitab tersebut, seorang Muslim kelahiran Yordania, yang pernah menjadi Hakim Agung Palestina menggagas mengenai pergerakan untuk berdirinya Khilafah Islamiyah – sebuah sistem negara yang menolak sistem demokrasi Barat.

Khilafah Islamiyah merupakan sebuah sistem pemerintahan yang didasarkan pada Islam dalam bentuk kekhalifahan yang ditegakkan tanpa kekerasan, menarik perhatian banyak pihak, baik akademisi maupun awam.

Ini menandakan kalau Syeh Taqiyuddin al-Nabhani adalah seorang ideologi besar, yang menginisiasi berdirinya Hizbut Tahrir pada 1953M.

Menurut Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Shiddiq Al Jawi, metode dakwah Hizbut Tahrir bisa diringkas dalam tiga kata sederhana. Pertama, fikriyah. “Fikriyah itu artinya Hizbut Tahrir bergerak secara pemikiran. Kita mengeritik demokrasi, kapitalisme,” jelasnya.

Kedua, siyasiyah. “Bahwa Hizbut Tahrir itu kelompok yang menggunakan aktivitas-aktivitas politik. Kita mengeritik kebijakan-kebijakan pemerintah dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ketiga, laa unfiyah, tidak menggunakan kekerasan. “Oleh karena itu ketika kitab Nizhamul Islam digolongkan sebagai kitab terorisme saya tidak sepakat. Tolong wartawan mencatat ini. Hizbut Tahrir tidak setuju dengan daftar hadir yang ada!” tegasnya.

Lihat videonya di bawah ini!

Dr. Taufiqurokhman, M.Si merupakan seorang mantan DPRD Banten. Kini beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *