Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Dirjen Bina Desa Siap Libatkan Moestopo Implementasikan Tri Darma PT Awasi Dana Desa

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Dalam Kuliah Umum, di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Sabtu (23/9/2017) dengan tema, Peranan Administrasi Pemerintahan Daerah dalam Membangun Desa Indonesia yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. Nata Irawan, SH., M.Si., mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia sudah memiliki 74.910 desa dan 7.050 kecamatan. Oleh sebab itu, lanjutnya, dibutuhkan upaya kongkrit dalam upaya pembangunan desa.

Dirjen Bina Pemerintah Desa7Dikatakannya, sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dalam arah Kebijakan Pembangunan Perdesaan, perlu pemenuhan Standar Pelayanan Minimum dan Pengawalan Implementasi UU Desa secara Sistematis. Oleh sebab itu, Dr. Nata Irawan mengatakan, bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri, pihaknya siap menggandeng dan melibatkan seluruh perguruan tinggi termasuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) untuk mengimplementasikan Tri Darma perguruan tingi dalam mengawasi penggunaan dana desa.

Saat ini, katanya, kebijakan afirmatif UU 6/2014 tentang desa berpengaruh positif terhadap efektivitas Pemerintah Desa dengan pengaruh positif yang sudah tercipta. “Kepuasan itu terinci atas pelayanan publik, musyawarah, dan pembangunan desa. Masyarakat sudah mendapatkan kepuasan atas pelayanan publik, musyawarah, dan pembangunan desa,” papar Dr. Nata Irawan pada kuliah umum yang diprakarsai oleh Dekan FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Dr. Taufiqurokhman, M.si., dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Andriansyah, M.Si., tersebut.

Dirjen Bina Pemerintah Desa2Lebih jauh Dr. Nata Irawan, saat ini Pemerintah Desa sudah sangat efektif dalam menyediakan layanan publik bagi masyarakat. Hal tersebut diakibatkan karena terjalinnya komunikasi antara aparat pemerintah desa dengan pelatih perencanaan pembangunan desa. “Melihat efektivitas waktu pelayanan publik, pemerintah desa telah sangat efektif dalam menggunakan waktu kerja untuk melaksanakan layanan publik. Jadi, layanan publik ini meningkat ketika pengalaman kerja aparat desa sesuai dengan substansi peraturan perundangan tentang desa dan nilai aset bergerak di desa semakin besar,” jelas Dr.
Nata Irawan.

Dirjen Bina Pemerintah Desa3Selain itu, Dr. Nata Irawan juga mengungkapkan kepuasan rumah tangga terhadap pembangunan desa dan bisa jadi hal itu disebabkan oleh jumlah layanan publik yang bertambah. “Musyawarah dan pembangunan semakin meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat serta aset rumah tangga di tengah masyarakat juga semakin meningkat,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *