Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Dirancang untuk Tempat Pelarian, Desa Kecil di Swiss Diubah Jadi Hotel Mewah

taufiqurokhman.com (Swiss) – Agar bisa terhindar dari kepunahan, sebuah desa kecil yang indah di Swiss telah diubah menjadi hotel mewah besar. Karena Desa Corippo yang terletak di lembah Verzasca di Ticino, Swiss, hanya ditinggali oleh 13 orang penduduk manula. Padahal selama 600 tahun keberadaannya, desa ini memiliki populasi yang banyak. Desa ini pun sempat memiliki 300 populasi. Tapi mereka pergi kota-kota besar untuk bersekolah, mencari pekerjaan atau kehidupan yang lebih layak Akibatnya, di desa tersebut hanya tersisa 13 orang dan 12 di antaranya adalah pensiunan.

Corippo dalamMenyadari kenyataan tersebut, sebuah yayasan kemudian berusaha untuk menyelamatkan arsitektur bersejarah dan lorong-lorong yang berkelok-kelok di desa itu dari ancaman ditelantarkan. Yayasan ‘Corippo 75’ pun berencana mengubah desa yang terletak di dekat danau Locarno ini menjadi albergo diffuso atau ‘hotel yang tersebar’.

Dikutip dari laman Nine, Kamis (2/11/2017), proyek ini akan menyaring esensi kehidupan desa yang bersejarah, dan melestarikan sebanyak mungkin tempat tinggal lama dan fasad kota. Dan setiap rustico atau rumah tradisional akan dinamai sesuai keluarga lama yang pernah memilikinya. “Rumah-rumah tradisional dengan atap batu mereka tetap tidak berubah sejak awal abad ke-20 dan dikelilingi oleh pedesaan yang sebagian besar masih alami,” kata Fabio Giacomazzi, seorang arsitek yang akan mengkonsep desa ini.

Jika semua berjalan sesuai rencana, pihaknya akan merenovasi sebuah pabrik tua, toko roti, dan ruang pengeringan kastanye. Giacomazzi juga berharap bisa membuat ladang gandum bertingkat dengan harapan Corippo akan memanggang roti sendiri, sama seperti dulu. Rencana lainnya pihaknya pun akan menyediakan layanan antar jemput untuk membawa pengunjung ke halte bus terdekat, mengunjungi kawasan alam sekitar, mengunjungi museum dan kelas memasak. Pihak yayasan pun berharap kamar pertama akan dibuka pada musim semi tahun 2018. Sepertinya ini akan menjadi tempat yang tepat untuk pelarian dari kehidupan abad ke-21.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *