Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Diperlukan Stimulus Pemerintah untuk Pacu Daya Beli Masyarakat

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) mengharapkan stimulus dari pemerintah untuk memacu daya beli masyarakat yang tengah anjlok. Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, satu stimulus yang amat penting untuk merangsang daya beli yakni stabilnya harga energi. Ia menjelaskan, jika pemerintah dapat menjaga agar harga listrik, BBM, gas dan air tidak naik hingga akhir tahun, maka konsumsi masyarakat tak akan terganggu.

Sebaliknya, jika satu saja di antara jenis energi tersebut harganya naik, maka daya beli akan semakin turun. “Kalau terjadi kenaikan harga energi, pasti inflasi tinggi karena biaya logistik naik yang pada akhirnya berpengaruh pada harga pokok penjualan,” tuturnya di Jakarta, Jumat (30/6/2017).

Kedua, Roy memandang perlu adanya relaksasi perpajakan. Ia berharap tak ada penarikan pajak baru yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat. Faktor lain yang juga memengaruhi daya beli yakni BI rate. Karenanya, Aprindo berharap Bank Indonesia dapat menjaga agar tidak ada kenaikan suku bunga. Sebab, Roy menyebut, The Fed saja sudah memastikan tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun. “Kalau suka bunga turun, masyarakat bisa mengalihkan dananya ke konsumsi.”

Berdasarkan data Aprindo, daya beli masyarakat Indonesia tengah anjlok sejak awal tahun. Hal itu ditandai dengan melemahnya pertumbuhan industri ritel yang pada Mei 2017 tercatat hanya 3,6 persen. Angka itu bahkan lebih rendah dibanding pertumbuhan pada April 2017 yakni 4,1 persen. Adapun pertumbuhan ritel pada Juni juga diprediksi lebih rendah dibanding capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, Roy khawatir pertumbuhan ekonomi nasional dapat terganggu. Sebab, kata dia, pengeluaran rumah tangga memiliki porsi 56 persen dalam PDB. Karenanya, jika sektor konsumsi melemah, maka dapat memengaruhi kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *