Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Demokrat Anggap Presidential Threshold Merusak Logika

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Partai Demokrat menganggap tak relevan keinginan pemerintah yang ngotot sistem ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) berada di angka 20% persen dari perolehan kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara nasional. Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi mengungkapkan bila Pemilu 2019 menggunakan presidential threshold sebesar 20 persen dari partai yang memiliki kursi di DPR berdasarkan suara pemilu legislatif 2014 sudah tidak relevan lagi.

Selain itu, sambungnya, tidak ada rasionalitas untuk digunakan kedua kali hasil Pileg 2014 dalam Pilpres berikutnya di tahun 2019. “Sudah pasti dalam setiap lima tahun, peta kekuatan politik sudah berubah,” ucap Didi, Rabu (21/6/2017).

Menurut Didi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menengahkan masalah ini guna mendapatkan kesepakatan. Jokowi tidak boleh berpihak hanya kepada partai-partai yang mendukungnya saja. “Presiden harus jadi pengayom bagi semua kepentingan. Oleh karenanya, proses demokrasi tidak boleh mundur selangkahpun,” tutur Didi.

Bila presidential threshold masih diterapkan pada Pemilu 2019, menurut Didi, bukan saja logika yang bisa rusak, hukum pun telah dilanggar. “Maka adanya presidential threshold jelas-jelas melanggar dan bertentangan dengan keputusan MK (soal pilkada serentak),” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *