Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si: Lafran Pane Pahlawan Nasional dan HMI Berhasil Menjaga NKRI

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, nama pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Prof. Drs. H. Lafran Pane dianggap layak menerima anugerah gelar tersebut. Hal itu diungkap oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD. “Alhamdulilah Bapak presiden menyampaikan Prof Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional,” terang Mahfud.

Seperti diberitakan beberapa media, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (26/10/2017) lalu membawa sejumlah nama calon pahlawan nasional kepada Presiden Joko Widodo dan salah seorang di antaranya adalah Prof. Drs. H. Lafran Pane, (tokoh dari DI. Yogyakarta). Sementara, tiga nama lainnya adalah Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat), Almarhumah Laksamana Malahayati (tokoh dari Provinsi Aceh), dan Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah (tokoh dari Provinsi Kepulauan Riau). “Penganugerahan atau penyampaian gelar pahlawan nasional tersebut akan diselenggarakan di Istana Negara pada 9 November 2017 mendatang oleh Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Berita tentang bahwa Lafran Pane dianggap layak dianugerahi gelar pahlawan nasional mendapat banyak apresiasi. Salah satunya datang dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Taufiqurokhman, M.Si. “Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Lafran Pane sebagai pendiri Himpunan Mahasiswa Islam yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Dr. Taufiqurokhman.

TAUFIKAtas penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Lafran Pane tersebu, Dr. Taufiqurokhman, M.Si., juga tidak lupa mengungkapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang sudah memberi kesempatan dan memproses segala sesuatunya sehingga Lafran Pane dianggap layak menyandang gelas Pahlawan Nasional. “Bapak Lafran Pane memang layak menjadi pahlawan nasional mengingat kiprahnya yang begitu besar kepada bangsa terutama sebagai pendiri HMI yang merupakan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang kader-kadernya sudah tersebar ke seluruh lapisan masyarakat, baik di pemerintahan, elite partai, dan banyak yang menjadi tokoh nasional,” terang Dr. Taufiqurokhman.

Khusus untuk Lafran Pane beserta keluarga, Dr. Taufiqurokhman mengucapkan beribu-ribu terimakasih yang sudah mendirikan HMI sehingga sampai hari ini organisasi tersebut masih berdiri tegak yang telah melahirkan tokoh-tokoh mahasiswa dan melahirkan kader-kader bangsa. “Ciri khas HMI adalah sebagai insan pengabdi, insan cipta, dan insan akademis. Itu sebabnya HMI selalu eksis dalam setiap langkah dan gerak perjuangan syiar Islam. Ke-Islaman adalah Islam yang moderat yang tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.
Lafran Pane1Sekilas tentang Prof Lafran Pane, lahir di kampung Pagurabaan, Kecamatan Sipirok, yang terletak di kaki gunung Sibual-Buali, 38 kilometer ke arah utara dari Padang Sidempuan, Ibu kota kabupaten Tapanuli Selatan.  Lafran Pane merupakan tokoh prakarsa dan pendiri organisasi HMI. Sebagaimana ditetapkan pada Kongres XI HMI tahun 1974 di Bogor. Menurut berbagai informasi, sebenarnya Prof.Lafran Pane lahir di Padangsidempuan 5 Februari 1922. Untuk menghindari berbagai macam tafsiran, karena bertepatan dengan berdirinya HMI Lafran Pane mengubah tanggal lahirnya menjadi 12 April 1923.

Sebelum tamat dari STI Lafran pindah ke Akademi Ilmu Politik (AIP) pada bulan April 1948. Setelah Universitas Gajah Mada (UGM) dinegerikan tanggal 19 desember 1949, dan AIP dimasukkan dalam fakultas Hukum, ekonomi, sosial politik (HESP). Dalam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), Lafran termasuk dalam mahasiswa-mahasiswa yang pertama mencapai gelar sarjana, yaitu tanggal 26 januari 1953. Dengan sendirinya Drs. Lafran pane menjadi Sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia.

Semasa di STI inilah Lafran Pane mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (hari rabu pon, 14 Rabiul Awal 1366 H /5 Februari 1947 pukul 16.00). HMI merupakan organisasi mahasiswa yang berlabelkan Islam pertama di Indonesia dengan dua tujuan dasar. Pertama, Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. Kedua, Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Dua tujuan inilah yang kelak menjadi pondasi dasar gerakan HMI sebagai organisasi maupun individu-individu yang pernah dikader di HMI. Inilah yang menjadi filosofi berfikir semua kader HMI diseluruh dunia, yaitu KeIndonesiaan dan ke-Islaman.

rayu

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *