Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

COVID-19 Masih Makan Banyak Korban, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Toronipa Konawe

Wisata Pantai Toronipa di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe yang berjarak sekitar 14 kilometer sebelah Timur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dikunjungi ribuan wisatawan saat libur akhir pekan .

Pantauan di Wisata Pantai Toronia, Minggu (02/08/2020), sebelum masuk ke kawasan objek wisata pantai tersebut, terlebih dahulu pengunjung diperiksa satu per satu termasuk pemakaian masker agar bisa memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Desease atau COVID-19.

Akibatnya, kendaraan roda empat mengular saat memasuki pintu penjagaan sepanjang sekitar 300-400 meter di pintu masuk objek wisata pantai.

Di samping itu, pengunjung wajib membayar retribusi kunjungan Rp40.000 untuk setiap roda empat termasuk penumpang yang ada di dalamnya, dan Rp10.000 bagi pengendara sepeda motor.

Masyarakat memilih berwisata di kawasan pantai Toronipa yang berhadapan langsung dengan Laut Banda tersebut karena selain dekat juga suasananya lebih aman dan nyaman karena pantainya yang bersih sepanjang kurang lebih empat kilometer yang memanjang dari utara ke timur.

Para wisatawan lokal khususnya warga Kota Kendari, Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan bahkan datang dari Bombana dan Kolaka berwisata untuk menikmati suasana liburakhir pekan.

Pantai Toronipa ini memiliki keunikan tersendiri bagi wisatawan, membuat para wisatawan memilihnya ketimbang objek wisata pantai lain seperti pantai Nambo KotaKendari dan pantai Batu Gong Konawe yang jaraknya hanya belasan kilometer dari Kota Kendari.

Salah satu petugas pintu masuk wisata Toronipa, Hery mengungkapkan, pengunjung yang masuk di wisata pantai Toronipa hari ini jumlahnya mencapai belasan ribu orang,atau jauh melebih jumlah wisatawan pada tahun lalu.

“Untuk kendaraan roda empat saja yang masuk pada hari ini, mulai pukul 07.30 hingga pukul 15.00 Wita mencapai 1500 unit dan roda dua di atas angka 3000-an unit Jumlah kendaraan itu tidak termasuk yang sudah ada menginap dua hari pascalebaran,” ujarnya.

Pantai Toronipa, juga dilengkapai dengan sejumlah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, dan sepanjang pantai tersedia gubuk atau gazebo untuk disewa dengan tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000 sekali pakai.

Di balik itu, deretan pondok dan tempat berjualan milik warga setempat berbagai aneka makan khas seperti satai pokea, ikan bakar, minuman dingin dan kopi hangat sertatersedia ruang ganti pakaian dan mushala disediakan secara gratis pagi wisatawan.

“Kalau untuk sekadar mengambil air wudhu untuk sholat gratis airnya pak. Kecuali untuk mandi tetap harus bayar dengan tarif Rp 10,000 (dewasa) dan Rp5.000 untuk anak-anak,” kata Ibu Jum, pemilik ruang ganti setempat.

Hingga pukul 17.00 Wita suasana pantai wisata Toronipa, masih saja berdatangan para wisatwaan, karena menurut informasih wisata pantai Nambo di Kota Kendari, masih ditutup oleh Pemerintah Kota Kendari karena masih adanya kasus penambahan jumlah pasien COVID-19 yang hampir setiap hari ada yang terpapar.

“Mungkin perlu diperketat pengawasan dari PPK, misalnya mengenai penggunaan masker dan jaga jarak menjadi bagian dari disiplin pegawai, atau jika ditemukan ada pegawai yang positif maka kantor harus WFH sementara,” kata Tjahjo.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *