Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

China Bangun Lagi Teleskop Raksasa Pemburu Alien

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Ambisi China untuk menemukan alien dan misteri alam semesta lainnya semakin besar. Tidak cukup memiliki satu teleskop radio raksasa, kini China membangun lagi satu teleskop besar lainnya. Selain berukuran luar biasa besar, teleskop ini juga bisa digerakkan berputar dan menargetkan ke arah tertentu.

Saat ini, teleskop radio yang bisa digerakkan dengan ukuran paling besar di dunia ada di Virginia Barat, Amerika Serikat. Teleskop tersebut dikenal dengan Green Bank. Sementara teleskop radio raksasa di China ini dinamai Xingjiang Qitai 110m Radio Telescope (QTT). Teleskop radio yang dapat diarahkan ini berlokasi di Kawasan Otonomi Xinjiang Uygir, sebelah barat laut China.

Diameter QTT berukuran 10 persen lebih lebar dari Green Bank. Ruang pengamatan QTT mencakup hingga 75 persen langit. “Antena terbesar di dunia ini, bisa melacak asal sinyal yang diterima,” jelas Song Huagang dari Chinese Academy of Sciences.

Sebelumnya China sudah lebih dulu memiliki teleskop radio terbesar di dunia yang dinamakan Five hundred meter Aperture Spherical Telescope (FAST). Meski demikian, FAST memiliki cakupan beberapa frekuensi yang lebih rendah dibandingkan QTT.

FAST bisa menangkap beberapa frekuensi yang lebih rendah dari yang mampu ditangani QTT. Tapi, dua teleskop radio besar ini punya kemampuan menangkap frekuensi yang saling tumpang tindih di kisaran 150 MHz dan 3 GHz.

Tumpang tindih frekuensi ini memberikan keuntungan karena sinyal yang ditangkap dapat langsung diolah saat itu juga. “Rentang frekuensi QTT dan FAST yang tumpang tindih membuat proses deteksi sinyal yang didapat oleh satu teleskop dapat langsung ditindaklanjuti oleh instrumen lain, dengan data yang dianalisis secara langsung,” jelas Doug Vakoch dari METI International, institut penelitian dari San Fransisco, Amerika, seperti dikutip Cnet.

Walaupun terdengar menjanjikan, QTT mungkin tidak akan berpengaruh banyak dalam menemukan tanda-tanda peradaban yang maju. QTT diprediksi akan beroperasi pada 2023 dan berpotensi untuk berkontribusi dalam mengungkap misteri alam semesta.

Cnet

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *