Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Cak Anam Prediksi, Khofifah-Dardak Menang 15 Juta Suara di Pilgub Jatim

taufiqurokhman.com (Surabaya) – Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur, Choirul Anam memprediksi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang mutlak di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Hitungan di atas kertas, pasangan urut 1 ini akan mendulang sekitar 15 juta suara.

Prediksi Cak Anam, sapaan akrab Choirul Anam ini bukan tanpa catatan. Lantas tokoh NU sekaligus koordinator Pergerakan Penganut Khittah Nahdlyiah (PPKN) ini merinci hasil hitungannya. Pertama, Khofifah-Emil didukung Partai Demokrat 13 kursi, Golkar (11), PAN (7), PPP (5), Nasdem (4), Hanura (2), dan PKPI (non-kursi).

Ketujuh Parpol pendukung ini, dalam prediksi Cak Anam akan mampu mendulang suara total sekitar 8 juta suara. Kemudian suara murni dari Muslimat NU. Dari dua kali Pilgub sebelumnya (2008 dan 2013), suara Banom NU ini menyumbang suara untuk ketua umumnya sekitar 5 juta. Lalu, Emil Dardak. Diprediksi, suami artis Arumi Bachsin ini juga mampu mengantongi 2 juta suara dari kelompok milenial. “Sehingga suara murni pasangan Khofifah-Emil, mencapai 7 juta suara,” prediksi Cak Anam di sela istighosah menyambut Pilkada serentak 2018 di halaman Masjid Ababil Graha Astranawa, Jalan Gayunsari Timur, Surabaya. Istighosah digelar sejak Jumat malam hingga Sabtu hari ini (03/03/2018).

7 juta suara jika ditambah 8 juta suara dari Parpol, lanjut Cak Anam, Khofifah-Emil total akan mendapat 15 juta suara. “Khofifah itu sulit untuk kalah. Kalau sudah mengantongi suara sebanyak itu, maka Khofifah-Emil akan menang,” tegas mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.

Suara Khofifah di Pilgub 2008 dan 2013

Berkaca dari Pilgub Jawa Timur 2008 dan 2013, hitungan Cak Anam memang mendekati benar. Pada di Pilgub 10 tahun lalu, dari jumlah DPT mencapai 29.061.718 dengan jumlah suara sah mencapai 11.152.406 pemilih dan 38,37 persen suara tidak sah atau golput, Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Mudjiono mendapat 25,38 persen suara, yang banyak disumbang Muslimat NU.

Perolehan Khofifah ini sedikit di bawah suara Soekarwo-Saifullah Yusuf (26,95 persen) di putaran pertama. Disusul Sutjipto-Ridwan Hajam (20,90 persen), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (18,89 persen), dan Achmady-Suhartono (7,89 persen). Meski coblosan terjadi hingga tiga kali putaran di Pulau Madura, KarSa tetap unggul 7.729.944 (50,20 persen). Sementara KaJi memperoleh 7.669.721 suara (49,80 persen) atau selisih 60.223 suara.

Pertarungan sengit juga terjadi di 2013. Seolah mengulang 2008, selisih suara Khofifah dan Soekarwo hanya sekitar 9 persen. Dari total jumlah DPT, 30.034.249 pemilih dengan suara sah 17.343.832 dan 12.138.440 suara tidak sah atau golput itu, KarSa meraup kemenangan 47,25 persen. Sedang Khofifah-Herman 37,62 persen.

Rinciannya, KarSa yang diusung Demokrat, Golkar, PAN, PKS, PPP, Hanura, Gerindra, PKNU, PDS, PBR, dan 22 parpol non-parlemen memperoleh 8.195.816 suara (47,25 persen). Kemudian Eggi SudjanaSihat via independen mengantongi 422.932 suara (2,44 persen), Bambang DHSaid Abdullah dari PDIP mendapat 2.200.069 suara (12,69 persen). Sementara Khofifah-Herman yang diusung PKB, PKPB, PKPI, Partai Kedaulatan, PMB, dan PPNUI kalah tipis dari pasangan KarSa, yaitu mendapat 6.525.015 suara (37,62 persen).

Hal yang tak jauh beda juga diprediksi di Pilgub Jawa Timur 2018. Hanya saja, kali ini ada dua kandidat yang bertarung, yaitu Khofifah-Emil versus Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Kendati kembali maju, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) tak lagi didukung koleganya di dua Pilgub sebelumnya. Tapi didukung PKB (20 kursi), PDIP (19), Gerindra (13), dan PKS (6). Sementara Khofifah didukung mantan kompetitornya, Soekarwo. Di kubu Khofifah-Emil ada Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, NasDem, Hanura, dan PKPI.

Untuk meraih kemenangan di 2018 ini, Khofifah tetap memiliki modal suara kuat dari Muslimat NU, yang dari hitungan Cak Anam ada 5 juta suara ditambah 2 juta suara kelompok milenial dari Emil, serta 8 juta dari Parpol pengusung. Jumlah suara Khofifah ini mencapai kurang lebih setengah dari jumlah total DPT terakhir (Pemilu 2014), sekitar 30.395.994. Angka ini menurun 51.014 pemilih dibanding DPT pada Pilgub Jawa Timur 2013.

Dan untuk memastikan kemenangan Khofifah-Emil itu, kata Cak Anam, PPKN meyiapkan tim IT yang akan melakukan pendataan suara secara real time. “PPKN sudah menyiapkan tim IT. Jadi sebulan sebelum coblosan, suara Khofifah-Emil akan ketahuan berapa jumlahnya,” tandas Cak Anam.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *