Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

BPJS Kesehatan Berencana Naik, Ini Kata Dr. Taufiqurokhman, M.Si

Taufiqurokhman.com – Tarif iuran BPJS Kesehatan yang rencananya akan dinaikkan pada 1 April 2016 mendatang telah mengundang komentar banyak pihak. Banyak warga yang tak setuju dengan adanya kenaikan tersebut. Mereka menilai, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tak sesuai, mengingat pelayanan yang diberikan oleh pihak BPJS masih kurang baik.

“Pelayanannya aja masih kurang baik mas. Eh ini malah mau dinaikkan lagi tarifnya. Ya gak setujulah. Kecuali kalau pelayanan BPJS baik, mungkin saya bisa bilang setuju,” kata Tati, warga Jati Asih saat berbincang dengan salah satu tim Taufiqurokhman.com, Jumat (18/3/2016).

Senada dengan Tati, Widodo yang juga warga Jati Asih menyatakan ketidaksetujuannya dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Alasannya, pelayanan yang diberikan oleh pihak BPJS pada warga masih belum baik.

“Pelayanannya masih belum baik, harus antre, pengambilan obatnya juga antre berjam-jam,” katanya.

Melihat banyaknya warga yang tak setuju dengan adanya kenaikan tarif BPJS Kesehatan tersebut, Dosen Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, Dr. Taufiqurokhman, M.Si pun ikut berkomentar.

Dia bilang, tarif kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih belum mencapai titik final. Karena harus dievaluasi terlebih dahulu seperti apa yang diminta oleh Presiden Joko Widodo.

“Soal kenaikan BPJS itu kan Bapak Presiden Joko Widodo minta oleh pihak BPJS agar dievaluasi dulu. Karena masyarakat itu banyak yang tidak setuju dengan kenaikan tersebut. Jadi kita lihat saja nanti keputusannya kayak gimana,” jelas Taufiqurokhman.

Presiden Joko Widodo, seperti yang dilansir dari Detik.com juga masih belum bisa memastikan apakah iuran BPJS Kesehatan akan tetap naik atau tidak.

“Nanti saya akan panggil Direksi BPJS dan bicarakan lebih lanjut mengenai rencana kenaikan itu,” kata dia.

Seperti yang telah banyak diberitakan, iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri atau membayar sendiri akan mengalami kenaikan per 1 April 2016 mendatang. Ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Adapun perubahan iuran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ruang perawatan klas III menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per bulan.
  2. Ruang perawatan klas II menjadi Rp 51.000 dari sebelumnya Rp 42.500 per bulan.
  3. Ruang perawatan kelas I, menjadi Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 59.500 per bulan.

Semua kenaikan besaran iuran tersebut berlaku mulai 1 April 2016.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *