Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Botol Plastik Air Mineral Bisa Sebabkan Penyakit Jantung dan Sulit Hamil

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Air memang zat murni yang amat dibutuhkan tubuh, tetapi kemasan yang dipakai untuk mewadahi bisa memengaruhi kualitasnya. Berbagai studi pun mengungkap sejumlah bahaya tersembunyi pada botol plastik air mineral kemasan yang diulas laman Elle Inggris.

Zat Kimia Berbahaya
Pakar biokimia dari Universitas Texas, Cheryl Watson mengatakan, kemasan botol plastik bisa mengontaminasi air dengan zat kimia berbahaya. Ia mencontohkan, paparan suhu tinggi seperti terik matahari memicu beberapajenis plastik merilis zat kimia bisphenol A (BPA) atay bisphenol S (BPS).

Masalah Reproduksi
Sebuah ulasan yang terbit di jurnal Reproductive Toxicology pada 2013 merangkum 91 studi yang mengaitkan zat kimia BPA dengan masalah reproduksi. Level tinggi BPA pada darah dan urine pria dan wanita yangmengupayakan bayi tabung tercatat lebih sulit menyebabkan kehamilan.

Botol dalamRisiko Penyakit Jantung
Kaitan level tinggi BPA dan peningkatan risiko penyakit jantung diulas oleh studi ilmiah yang dimuat jurnal Circulation pada 2012. Meski korelasinya bukan bersifat kausalitas, peneliti menyimpulkan bahwa BPA memicu tekanan darah tinggi, faktor utama dari penyakit jantung.

Bakteri Berbahaya
Mengisi ulang botol plastik kemasan bekas pakai berpotensi membuat tubuh terpapar bakteri dan virus. Profesor mikrobiologi Universitas Arizona Charles Gerba menyebutkan, mikroorganisme berbahaya itu termasuk norovirus yang menyebabkan gangguan pencernaan, selain bakteri penyebab flu dan batuk.

Paparan Zat Karsinogen
Mengisi ulang botol plastik dengan air yang tidak difilter bisa meningkatkan risiko terpapar zat karsinogen pemicu kanker. Laporan Environmental Working Group (EWG) Amerika Serikat pada 2017 mengungkap, zat itu termasuk heksavalen kromium dan nitrat.

Buruk Bagi Lingkungan
Dari seluruh botol kemasan plastik yang beredar, kurang dari satu persen yang bisa didaur ulang lebih dari sekali. Studi dalam Science Advances memprediksi, pemakaian terus-menerus botol plastik kemasan itu akan menghasilkan lebih dari 26 juta pon atau 11,7 juta kilogram sampah plastik di seluruh dunia pada 2050.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *