Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Bird Strike yang Mengancam Penerbangan

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Bird strike atau biasa juga dikenal dengan Bird Aircraft Strike Hazard (BASH) adalah tabrakan antara burung dengan pesawat. Bird strike dapat mengancam keselamatan penerbangan. Di sejumlah kasus, bird strike turut merenggut nyawa penumpang pesawat. Kecelakaan pesawat akibat bird strike biasanya terjadi saat pesawat terbang di ketinggian rendah, baik mendarat atau lepas landas.

Gangguan burung tersebut biasanya terjadi secara tunggal maupun kelompok. Biasanya bird strike mengancam penerbangan pesawat jet atau turbojet. Sebab bagian depan mesin pesawat tersebut terbuka dan dapat menyedot benda-benda di sekitarnya, termasuk burung. Jika sudah tersedot, maka bilah turbin mesin dapat pecah dan merusak ke seluruh mesin. Kerja mesin juga dapat terhenti karena pembakaran yang terjadi tidak terbuang keluar dari belakang mesin.

Selain itu, ancaman bahaya lainnya yakni ketika burung menabrak bagian kaca depan pesawat. Dengan kecepatan dan momentum yang tinggi, kaca depan pesawat tersebut dapat pecah. Kasus bird strike sendiri pertama kali terjadi dalam penerbangan Wright Brothers pada 1908. Kemudian pada 1912, pilot Wright Flyer tewas dalam kecelakaan fatal akibat bird strike. Sejumlah kasus lainnya juga pernah terjadi, termasuk di Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, dibentuk badan khusus yakni ICAO Bird Strike Information System (IBIS) pada 1980 yang bertugas untuk memberi informasi seputar bird strike. Sementara di Indonesia sendiri, ada peraturan dan undang-undang terkait bird strike. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2012, otoritas bandar udara diwajibkan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap gangguan burung yang dapat membahayakan operasional keselamatan dan keamanan penerbangan.

Lalu bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi bird strike? Ada berbagai cara dilakukan pihak otoritas bandara untuk mencegah terjadinya bird strike. Cara tersebut dilakukan dalam bentuk konvensional maupun menggunakan teknologi terkini.

Biasanya bandara luar negeri memasang perangkat pengusir burung. Cara kerja alat tersebut yakni melalui pengeras suara yang menghasilkan suara pemangsa burung yang ada di sekitar bandara. Dengan adanya suara tersebut, burung akan menyangka ada bahaya pemangsa di dekat mereka. Kemudian burung tersebut akan pergi ke tempat lain.

Cara lainnya yang terbilang konvensional yakni menggunakan senapan. Dengan suara keras dari senapan, burung-burung akan pergi. Selain itu ada pula pemanfaatan teknologi satelit dan radar untuk menghindari bird strike.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *