Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Berwisata ke Pulau Waigeo dan Temukan Cendrawasih Merah Nan Cantik

taufiqurokhman.com (Sorong) – Pulau Waigeo Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Sebagian daratan Pulau Waigeo adalah kawasan cagar alam yang di dalamnya hidup berbagai satwa sehingga perlu dijaga oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) Provinsi Papua Barat.

Kepala BBKSDA Papua Barat Basar Manullang di Sorong, Kamis (04/04/2019), mengatakan, Pulau Waigeo memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keunikan Waigeo disebabkan adanya proses geologi yang terjadi ribuan tahun lalu. Dia mengatakan, Pulau Waigeo dulu merupakan bagian dari Paparan Sahul yang terpisah ribuan tahun akibat adanya tumbukan Lempeng Australia-India dengan Lempeng Itulah yang menyebabkan banyak satwa dan tumbuhan endemik atau yang hanya dapat ditemukan di Pulau Waigeo.

Menurut dia, Waigeo memiliki sebuah gunung tinggi, yaitu Gunung Danai dengan ketinggian 982 meter dari permukaan laut. Memiliki 80 persen hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder sehingga ditetapkan menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayati Irian Jaya pada 1997.

Pulau Waigeo di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat yang Menyimpan Banyak Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati itulah yang mengundang banyak peneliti datang ke Pulau Waigeo. Pada tahun 1860, peneliti Alfred Russel Wallace telah mendatangi Waigeo. Selanjutnya, Thomas Barbour pada 1906-1907 telah mengoleksi amfibi dan reptil di Pulau Waigeo.

Ia menyampaikan, pada 1930 peneliti WJC Frost telah mengoleksi burung dari Pulau Waigeo. Lalu, pada 1948-1949, ekspedisi Swedia-Belanda melakukan penelitian jenis burung, serangga, dan tumbuhan bersama peneliti dari Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian dengan berbagai bidang keilmuan mulai 2007. Kemudian, pada 2014, penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat bersama organisasi Fauna dan Flora International Indonesia Program (FFI-IP) turut ikut serta dalam penelitian Waigeo.

Hasil penelitian tersebut, tercatat lebih dari 120 jenis pohon di hutan Waigeo. Ada 141 jenis satwa avifauna tercatat di hutan Waigeo. Sebanyak 24 mamalia dan 30 jenis herpetofauna ada di hutan Waigeo. “Di hutan Waigeo pula mudah menjumpai burung cenderawasih endemik, yakni cendrawasih merah dan cenderawasih botak yang sangat digemari wisatawan,” jelasnya.

antara

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *