Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Berita Gembira! Vaksin Pfizer dan Moderna Bisa Melindungi dari COVID-19 Selama Bertahun-tahun

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Sebuah penelitian baru menemukan, mereka yang telah divaksinasi menggunakan vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna bisa terlindungi dari COVID-19 selama bertahun-tahun.

Dalam penelitian yang dilaksanakan ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Amerika Serikat (AS), ditemukan bahwa dua vaksin tersebut membentuk reaksi kekebalan konstan atau tetap terhadap virus di dalam tubuh yang melindunginya dari COVID-19. Demikian dilaporkan situs berita kesehatan Health pada Selasa (06/07/2021).

Penelitian tersebut mengindikasikan, suntikan booster mungkin tidak diperlukan untuk melindungi dari varian virus yang ada, kecuali muncul varian baru dan lebih kuat dari dua vaksin berbasis mRNA.

Para peneliti melihat sel-sel di kelenjar getah bening dari individu yang divaksinasi dan dilibatkan dalam penelitian. Mereka menetapkan sel-sel itu secara konsisten mempraktikkan cara mempertahankan tubuh melawan virus setelah suntikan pertama diberikan kepada mereka.

Struktur khusus yang disebut sebagai pusat germinal terbentuk di kelenjar getah bening setelah infeksi atau vaksinasi. Ini berarti bahwa semakin banyak sel-sel ini berlatih menciptakan respons imun yang memadai, semakin besar kemungkinan mereka akan mampu melindungi individu dari varian virus yang muncul.

Dikutip dari Al Arabiya, Selasa (06/07/2021), menurut ahli imunologi Dr. Ellebedy dan timnya, pusat germinal masih sangat aktif pada keempat belas peserta penelitian 15 minggu setelah menerima dosis pertama vaksin. Ellebedy dan tim menambahkan, jumlah sel memori yang mengenali virus tidak menurun.

“Ini pertanda baik tentang seberapa tahan lama kekebalan kita dari vaksin ini,” kata Dr. Ali Ellebedy yang berbasis di Universitas Washington di St. Louis kepada New York Times.

“Fakta bahwa reaksi berlanjut selama hampir empat bulan setelah vaksinasi – itu pertanda yang sangat, sangat bagus.”

Dr Ellebedy menambahkan, penelitian ini tidak mempertimbangkan vaksin COVID-19 Johnson dan Johnson, tetapi memperkirakan respons kekebalan terhadap virus kurang tahan lama dibandingkan vaksin mRNA.

Ellebedy dan tim melaporkan, sel-sel kekebalan yang mengenali virus pada individu yang sebelumnya telah terinfeksi COVID-19 tetap berada di sumsum tulang setidaknya selama delapan bulan setelah infeksi. Ini menunjukkan kekebalan mungkin bertahan bertahun-tahun pada orang yang sebelumnya terinfeksi dan kemudian divaksinasi.

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar orang yang divaksinasi dengan Pfizer atau Moderna akan terlindungi dalam jangka panjang terhadap varian yang ada. Namun, orang dewasa yang lebih tua atau orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah akan membutuhkan suntikan booster.

Durasi pastinya atau berapa lama perlindungan yang diberikan oleh vaksin mRNA terhadap virus belum ditentukan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *