Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Banyak Masyarakat Pelihara Burung yang Dilindungi di Agam

taufiqurokhman.com (Lubuak Basuang) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Agam, Sumatra Barat segera menerbitkan surat imbauan disertai foto burung yang dilindungi. Langkah tersebut menyusul dugaan banyak warga yang memeliharanya. Kepala BKSDA Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi bagian pengendalian ekosistem hutan, Ade Putra di Lubuak Basuang, Jumat (26/01/2018), menyebutkan surat imbauan itu akan disebar di pusat keramaian dan kelompok pencinta burung di daerah itu.”Imbauan ini sebagai upaya menjaga kelestarian burung-burung yang dilindungi,” ujarnya.

Setelah imbauan itu diberikan, pihaknya akan melakukan razia ke setiap rumah dicurigai memelihara burung yang dilindungi seperti burung kakak tua, beo Nias, semua jenis elang, jalak Bali, nuri, raja udang dan lainnya. Apabila ditemukan, maka burung tersebut akan disita dan dikarantina sebelum dilepas ke habitatnya. “Ini sesuai dengan Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya,” ujarnya.

Pada pasal 21 ayat 2 a berbunyi setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, terangnya. Sedangkan pada pasal 21 ayat 2 b berbunyi menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. “Bagi terbukti melanggar undang-undang itu maka diancam paling lama lima tahun penjara,” katanya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawasan jenis tumbuhan dan satwa, jumlah burung yang dilindungi sebanyak 93 jenis. Ia mengimbau agar masyarakat yang memelihara burung yang dilindungi segera serahkannya ke kantor BKSDA Resor Agam. Sebelumnya, BKSDA Resor Agam telah menerima burung kakak tua dari warga Lubukbasung pada awal Januari 2018.

Burung tersebut sedang dikarantina di Pasaman dan dalam waktu dekat akan dilepas. Salah seorang tokoh masyarakat Agam, Yanto mendukung BKSDA untuk memberikan surat imbauan kepada pencinta burung dalam melestarikan burung tersebut. Namun pihaknya berharap pencinta burung untuk mendukung dengan cara menyerahkan ke petugas BKSDA Resor Agam. “Mari serahkan burung tersebut agar tetap lestari di hutan di daerah itu,” katanya.

Sumber : Antara

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *