Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Awas Proyek KA Cepat, “Jebakan Batman” Buat Presiden Jokowi..?

Taufiqurokman.com – Pemerintah Indonesia sudah hampir bisa dipastikan merencanakan membangun infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung dengan partner Pemerintah Tiongkok, salah satu pihak pemenang tender yang sudah menang melawan Pemerintah Jepang yang sama-sama mengajukan tender. 

Alhasil, pemeritah Tiongkok sudah melayangkan surat penawaran kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut, berupa kerjasama Bisnis to Bisnis dengan Pemerintah Indonesia.

KA Cepat Bandung Jakarta,
Bentuk dan Jenis cont0h KA Cepat Bandung Jakarta yang akan beroperasi, kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok

Menurut Dr. Taufiqurokhman dosen Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama mengatakan “jangan Sampai proyek pembangunan Kereta Api” (KA)  Cepat Bandung–Jakarta menjadi program “Jebakan Batman” buat Presiden Joko Widodo, terangnya.

“Karena, hingga saat ini, pembangunan proyek kereta cepat tersebut belum direalisasikan secara kongkrit. Karena masih ada beberapa kendala,” jelasnya

Misalnya saja menurut Taufiqurokhman, masalah perizinan yang belum menyeluruh, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang perlu dipertimbangkan kembali secara matang, hingga masalah pembebasan lahan. Belum lagi dalam pengerjaannya, pemerintah Indonesia harus berutang ke China sebesar Rp 79 triliun. Sungguh dana yang sangat luar biasa besarnya, tuturnya

Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno bertemu melihat  dan miniatur atau contoh kereta cepat milik China,  saat pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), tahun 2015.

Jalur KA Cepat 03
Rencana Jalur Proyek KA Cepat Bandung Jakarta

Taufiqurokhman menjelaskan, rencananya pembangunan KA Cepat akan mengutang menggunakan uang Yuan, China. Hal ini diyakini untuk memangkas dominasi Dollar AS.

Sedangkan, hasil Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan tiga bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI yang digelar tertutup bulan Februari terkait dengan pinjaman dana sebesar 3 miliar dollar AS dari China Development Bank (CDB yang akan digunakan untuk membiayai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Ketiga Dirut bank BUMN hanya menyebutkan pengunaan utang 3 miliar dollar tersebut untuk membiayai proyek infrastuktur.

Menurut Taufiqurokhman, bila melihat kondisi keuangan empat BUMN, yaitu Wijaya Karya, Jasa Marga, KAI, dan PTPN VIII yang tergabung dalam konsorsium kereta cepat, sungguh sangat diragukan sebagian dana investasi kereta cepat dibiayai langsung dari modal internal BUMN tersebut. Karena total besarnya yang akan dipinjam sebesar Rp. 17 triliun, terangnya.

Karena, kalau dibagi empat BUMN, maka sekitar Rp. 4,5 triliun per BUMN harus mengembalikanya. Dari mana uang sebesar itu akan dikembalikan oleh empat BUMN. Misalnya saja PTPN VIII termasuk yang merugi.

Seperti diketahui, keempat BUMN yang tergabung dalam konsorsium kereta cepat memiliki saham 60 persen. Sisanya dimiliki oleh China Railink Corporation.

Jangan “Menjebak” Presiden Jokowi

Taufiqurokhman menegaskan, sebaiknya Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan segala Risiko jangka pendek dan panjang  dalam proyek KA Cepat Bandung-Jakarta yang akan  ditanggung oleh Pemerintah Indonesia.

“Jangan sampai terkesan Meneg BUMN akan “menjebak Presiden Joko Widodo”, jika tidak menjelaskan secara menyeluruh,” terangnya.

KA Cepat 02
Perusahaan patungan antara Indonesia dan Tiongkok: Pemerintah Indonesia meminjam uang sebesar Rp. 17 triliun pada bank China melalui tiga bank BUMN

Menurut pandangan Taufiqurokhman, sesungguhnya kalau Komisi VI DPR RI sudah mengingatkan terhadap pelaksanaan proyek kereta cepat yang tidak realistis pada Meneg BUMN, maka sebaiknya ditunda saja, tegasnya.

“Termasuk dalam pengerjaannya, Pemerintah Indonesia harus berutang ke China sebesar Rp 79 triliun, terangnya. 

“Sebaiknya Meneg BUMN menunda Proyek KA Cepat Bandung-Jakarta, Karena kalau gagal, dampaknya luar biasa, akan berpengaruh pada APBN, karena besarnya utang dengan Pemerintah China,” tegas Taufiqurokhman.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si merupakan seorang mantan DPRD Banten. Kini beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *