Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Atasi Defisit, Zimbabwe Jual Saham 8 BUMN

taufiqurokhman.com (Harare) – Zimbabwe berhasil memikat investor untuk saham-saham di delapan perusahaan manufaktur yang mengalami kerugian, termasuk perusahaan penerbangan nasional dan utilitas listriknya. Hal itu untuk membantu mengatasi defisit anggaran yang menggelembung. Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, yang mengambil alih jabatan Robert Mugabe dua bulan lalu, mendapat tekanan untuk memenuhi janjinya dalam mengurangi tekanan pada anggaran dan merevitalisasi ekonomi.

Defisit anggaran Zimbabwe mencapai 1,82 miliar dolar AS atau mencapai 11,2 persen dari PDB pada 2017. Angka itu meleset dari target awal sebesar 400 juta dolar AS. Sementara, ekonomi Zimbabwe juga tidak tumbuh pada 2016.

Selama empat tahun terakhir, Zimbabwe gagal mengurangi defisit meskipun berjanji untuk melakukannya. Hal ini terutama karena tingginya pengeluaran pemerintah untuk gaji sektor publik yang menyumbang lebih dari 90 persen dari anggaran tahun 2016. “Kami menipiskan kepemilikan saham kami di entitas tersebut dan kepemilikan saham kami mungkin akan mencapai nol persen di beberapa entitas,” ujar Wakil Menteri Keuangan Zimbabwe Terence Mukupe kepada Reuters, Rabu (03/01/2018).

Dari 92 perusahaan yang sepenuhnya atau sebagian dimiliki pemerintah, sebagian besar telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun karena biaya operasional dan peralatan lama yang tinggi. Maskapai penerbangan nasional Air Zimbabwe, yang mengoperasikan empat pesawat terbang, memiliki tumpukan utang lebih dari 300 juta dolar AS. Sementara operator kereta api nasional Zimbabwe baru-baru ini menerima rekapitulasi 400 juta dolar AS dari Transnet Afrika Selatan.

Utilitas listrik Zesa Holdings telah berjuang sejak tahun 2000 untuk menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan. Hal ini karena pemadaman listrik telah menghambat bisnis dalam beberapa tahun terakhir menurut Konfederasi Industri Zimbabwe (CZI). Pada 2016, Zesa mengalami kerugian 224 juta dolar AS karena biaya impor listrik yang lebih tinggi dan daya jual masih di bawah biaya. Zimbabwe juga menjual sahamnya di beberapa perusahaan lain, termasuk perbankan ZB Holdings dan Agribank serta perusahaan asuransi Zimre Holdings yang beroperasi di beberapa regional.

Reuters

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *