Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Atasi Banjir Jakarta, AHY Akan Bikin Sumur Resapan

taufiqurokhman.com – Tidak dipungkiri, DKI Jakarta memiliki beragam permasalahan yang membutuhkan solusi dari semua pihak, termasuk dari tiga pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan bersaing memperebutkan kursi DKI 1. Calon gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono punya solusi untuk penanganan banjir yang sudah klasik di Jakarta.

Berbicara di depan beberapa pimpinan media massa di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016), Ditemani Sylviana, Agus dengan gamblang memaparkan solusinya. “Mindset-nya begini. Pertama adalah melakukan penguatan atau lebih mengimplementasikan, pertama vertical drainase. Kita ingin hujan teresap ke bumi, tentu ini dilakukan di daerah-daerah yang memungkinkan. Sumur-sumur resapan dan sebagainya harus di-install secara cukup, baik jumlah dan penyebarannya. Ini tanggung jawab Pemda (DKI) dan tentunya di-support komunitas masyarakat,” papar Agus.

Agus ingin mengubah mindset soal air hujan ini agar jangan hanya dibuang atau dialirkan selalu ke sungai ataupun laut. Dia berkata horizontal drainase tetap dilakukan dengan menormalisasi sungai tapi juga mengedepankan vertical drainase atau contoh gampangnya adalah membuat sumur resapan tadi, mengingat kapasitas sungai yang terbatas. Kombinasi keduanya menurut Agus sangat penting untuk menyelesaikan masalah banjir ini.

Selain itu, Agus juga ingin ada sistem pemantauan dan deteksi dini untuk mendeteksi curah hujan jika sudah berlebihan ataupun jika aliran air tersumbat. “Jika sudah terjadi juga adalah reaksi cepatnya. Ini perlu satgas dan task forces yang bekerja dengan unit lainnya,” jelas Agus.

Edukasi menurut Agus, juga penting jika ingin masalah banjir ini dapat terselesaikan. Selain itu, Agus ingin mengubah hunian di pinggiran sungai yang membelakangi sungai menjadi berhadapan langsung agar masyarakat punya rasa malu jika membuang sampah ke sungai. “Kita ingin jadikan waterfront village. Menghadap sungai. Malu sendiri kalau buang sampah depan rumahnya gitu,” ujar suami Annisa Pohan ini.

Masalah banjir ini kata Agus, juga berkaitan dengan daerah-daerah penyangga Ibu Kota, seperti Bogor, Bekasi dan lain-lain. Dengan komunikasi yang berjalan baik, konsep Megapolitan City akan dapat terwujud. “Kemudian kita juga harus bekerja sama, komunikasi yang baik formal dan informal dengan kepala daerah di sekitar kita. Megapolitan City bisa terjadi meski dalam politik tak memungkinkan karena masalah administrasi, tapi kita duduk bersama tak hanya eksekutif Jakarta dengan DPRD tapi antara Pemda Jakarta dengan Pemda Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sebagainya tanpa ada gengsi-gengsian,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *