Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Anak-Anak Indonesia, Target Pelaku Eksploitasi Seksual

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Filipina menjadi target pelaku eksploitasi seksual anak. Dia mengatakan, cukup banyak kasus yang terjadi di Indonesia mulai dari eksploitasi hingga mengarah kepada penjualan anak untuk para pedofil sampai pada perdagangan anak.

“Negara-negara berkembang menjadi target, selain Indonesia juga Filipina sangat rentan. Kasusnya cukup tinggi dan ini cukup mengkhawatirkan,” kata Edi pada Dialog Antarsektoral tentang Respon Nasional Terintegrasi untuk Mengakhiri Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak secara Online di ASEAN yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (07/02/2018).

“Ini sudah lintas regional, saya menerima laporan dari Direktur Anak betapa kasus-kasus ini tidak hanya di dalam negeri tapi mereka korban perdagangan lintas kawasan,” tambah dia. Edi menjelaskan, laporan yang diterima Telepon Layanan Sosial Anak (Tepsa) menunjukkan angka kekerasan seksual semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Sosial pada 2017 menunjukkan bahwa kekerasan seksual anak 41 persen terjadi karena terpapar pornografi. Karena itu perlu diambil langkah strategis antara lain melakukan pemblokiran situs-situs yang mengandung unsur pornografi. “Menurut saya yang paling penting juga adalah imunisasi sosial. Memperkuat ketahanan anak-anak bagaimana memanfaatkan internet seccara baik, bijak dan sesuai usianya,” kata dia.

Semua itu menurut dia harus dimulai dari keluarga, sekolah, teman sebaya dan lingkungan. Serta menggandeng negara-negara ASEAN untuk melakukan kerja sama menanggulangi dari kejahatan siber.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *