Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Alokasi Dana Desa untuk Embung Air di Flores Timur

taufiqurokhman.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjojo dalam dialog dengan kepala desa se-Kabupaten Flores Timur menekankan pentingnya inovasi untuk mengatasi hambatan pembangunan yang ada. Menurutnya, kemajuan dalam sebuah desa tidak boleh berhenti. “Memang Flores Timur keadaannya masih susah tapi jangan dijadikan hambatan. Dibutuhkan pahlawan-pahlawan untuk mengolah dan menggali potensi di daerahnya masing-masing,” ujar Menteri Eko dalam keterangannya, Jumat (10/2/2017).

Dia juga mengajak para kepala desa untuk membangun embung air. Menurut Menteri Eko, embung akan menjawab permasalahan air bersih yang dihadapi di Flores Timur maupun daerah-daerah rawan kekeringan. Pembuatan embung bisa dialokasikan dari dana desa sekitar Rp 200-500 juta. Dampak yang bisa dirasakan adalah peningkatan produktivitas hasil tani. Dari rata-rata 1,4 kali panen, dengan adanya embung dapat menjadi tiga kali panen. “Dalam pengerjaannya nanti masyarakat bisa dibantu oleh TNI AD untuk sama-sama bangun embung supaya di sini tidak kesulitan air lagi,” katanya.

Menurut Menteri Eko, para kepala desa juga harus menentukan produk unggulan di desa masing-masing. Hal itu diperlukan agar komoditas yang diproduksi bisa fokus. Dengan demikian, komoditas tersebut akan menghasilkan skala lebih besar. Pemerintah pun bersinergi memprioritaskan pembangunan di desa. “Dana yang masuk ke desa bisa mencapai Rp 560 triliun. Itu berasal dari 19 kementerian/lembaga. Selain itu, dana desa tiap tahun terus meningkat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi di desa-desa bisa mencapai di atas 20 persen,” bebernya.

Bupati Flores Timur Emanuel Kara turut mengapresiasi adanya dana desa yang disalurkan pemerintah. Menurutnya, dana desa secara nyata telah membangkitkan kehidupan di desa-desa. Pada 2016 lalu, kabupaten yang dipimpinnya mendapatkan alokasi Rp 136 miliar yang dibagikan ke 229 desa. “Dana desa 2015-2016 cukup baik kemajuannya di tiap desa. Tahun ini kemungkinan infrastruktur desa sudah bagus, selanjutnya untuk pengembangan ekonomi. Kendalanya, kapasitas sumber daya manusia masih rendah. Kami akan terus dampingi,” jelas Emanuel.

Dana desa sendiri secara bertahap telah membangun desa tertinggal. Seperti krisis air bersih yang terjadi di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Flores Timur kini teratasi dengan adanya pipanisasi. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih. “Dengan adanya dana desa masyarakat senang karena ada air bersih. Masyarakat sangat membutuhkan itu. Saat ini baru satu jalur, ke depan direncanakan untuk dialirkan ke rumah-rumah warga,” jelas Kepala Desa Wailolong Yoseph Pehan Hurint.

Dia menambahkan, anggaran dana desa 2016 lalu digunakan untuk membangun pipanisasi jaringan air bersih dengan biaya sebesar Rp 150 juta. Pipa dibangun sepanjang 5.000 meter dari pusat mata air. Selain itu, warga juga memanfaatkan dana desa untuk membangun parit sepanjang 540 meter dengan anggaran Rp 80 juta. Pengerjaannya dilakukan secara swadaya.”Setelah ada dana desa, pada prinsipnya kita merencanakan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Yoseph.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *