Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Akademisi Minta, Aksi Bela Negara Jangan Hanya Ketika Dibutuhkan Saja

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia merupakan jati diri bangsa dan sangat penting ditanamkan pada diri seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pada diri mahasiswa. “Saat ini kita harus fokus untuk memperkuat kembali jati diri bangsa serta menanamkan kembali Pancasila sebagai satu-satunya jalan untuk mempersatukan bangsa yang heterogen ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. pada acara Coffee Morning di Ruang Rapat Nakula, Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, (4/5/2017).

Pada acara diskusi yang digelar bersama-sama Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Jabodetabek tersebut Wiranto mengatakan, Indonesia sebagai negara yang kaya akan ras, budaya, dan agama perlu untuk disatukan. Terlebih saat ini kondisi yang dihadapi Indonesia sangat mengkhawatirkan. “Rasa persatuan sudah mulai menurun, kepemilikan akan bangsa terasa semakain lemah. Inilah gambaran negeri ini. Makanya usaha bela negara sangat penting untuk menyadarkan, bahwa kita harus mencintai dan merasa memiliki negeri ini. Membela tanpa pamrih,” tegasnya.

Taufiq-Mustopo3Pada sambutannya itu, Wiranto mengimbau berbagai pihak untuk melakukan berbagai langkah untuk mendorong mahasiswa lebih mencintai bangsa. Rasa memiliki atas bangsa perlu untuk digugah kembali. “Mari kita lakukan langkah-langkah kita untuk mengunggah kembali rasa memiliki bangsa ini kepada mahasiswa kita. Bukan diwajibkan, tapi merasa berkewajiban. Tidak disuruh tapi atas kesadaran. Tidak dipaksa tapi karena keikhlasan,” sebutnya

Menanggapi digulirkannya Bela Negara di Kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), perwakilan kampus Dr. Taufiqurokhman, A.Ks., S.Sos., M.Si., meminta agar Bela Negara dan Materi Mata Kuliah Pancasila dimasukkan secara lebih intens lagi pada proses belajar di kampus. Hal tersebut, jelas Taufiqurokhman bertujuan untuk menangkis ekstrim kiri dan ekstrim kanan serta paham-paham terlarang. “Kami berharap, acara coffee morning ini bisa berkelanjutan dengan materi-materi yang lebih dalam lagi. Jangan terkesan, hanya ketika ada huru hara atau saat dibutuhkan saja acara seperti ini diselenggarakan,” ujar Taufiqurokhman.

Senada dengan Menkopohukam, Taufiqurokhman mengatakan ada kesan bahwa ada kecenderungan kampus-kampus dijadikan sasaran pembinaan yang dianggap sebagai bagian dari ancaman baru Indonesia. Ada masukan yang berbicara masalah ideologi negara. “Kami sepakat akan mengembalikan kehidupan kampus yang diisi dengan pembinaan kebangsaan yang intens dan secara terus menerus,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *