Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ada 37 Ribu Warga DKI yang Masih Buang Air Sembarangan

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Data yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, sampai saat ini ada 37.000 warga DKI yang masih buang air, baik air besar maupun air kecil sembarangan. Terutama warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan imbasnya adalah terjadi pencemaran sungai. “Oleh karena itu, kami ingin dalam waktu lima tahun ke depan, sedikitnya 400 ribu warga DKI Jakarta tidak ada lagi buang air di sembarang tempat. Dengan begitu, tidak ada lagi sungai yang tercemar,” tutur Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Tidak hanya itu, Pemprov juga mencatat masih banyak warga yang sesungguhnya sudah memiliki toilet di rumahnya, namun belum memiliki septic tank. Karena itu pihaknya menggulirkan rencana pembangunan sistem sanitasi komunal di wilayah DKI Jakarta, yaitu toilet komunal dan septic tank komunal. Dengan sistem ini maka septic tank dapat digunakan beberapa kepala keluarga sekaligus. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah banyaknya warga yang sudah punya toilet, tapi belum ada septic tank-nya. Untuk itu, kami akan segera buatkan septic tank,” ungkap Oswar.

Dia menuturkan, sistem komunal itu akan menyambung ke perpipaan. Pemprov DKI memiliki rencana untuk membangun sistem perpipaan untuk air limbah di 15 zona. Ditargetkan pada 2050, sebanyak 80 persen wilayah DKI Jakarta sudah dilayani sistem perpipaan. “Target itu memang masih lama. Akan tetapi, sambil menunggu realisasinya, saat ini kami fokus untuk terus mengembangkan sistem-sistem komunal untuk sanitasi yang lebih baik di ibukota,” ucapnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *