Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

8 Tren Unik di 8 Kota di Dunia

taufiqurokhman.com – Abad ke-15, Arab menjadi negara pertama memperkenalkan kopi yang telah disangrai dan dipanggang. Jenis kopi ini dikenal dengan nama kopi arabika. Kopi sebagai minuman terus berkembang. Pada 1843, pria asal Perancis mengeluarkan mesin untuk kopi espresso pertama di dunia. Tidak hanya untuk dinikmati, pengolahan kopi pun berkembang pada era modern.

Bahkan untuk mencari peracik kopi terbaik alias barista pun kini ada kontesnya. Pemenang audisi barista di Selandia Baru, Nick Clark, menilai industri kopi memang sedang naik daun. Tidak heran jika konsumen semakin berharap akan cita rasa kopi yang semakin sempurna. “Semakin banyak orang tertarik dari mana biji-bijian kopi itu didapatkan, bagaimana cara menyangrai dan memanggangnya. Bahkan, konsumen dapat menikmati beragam jenis kopi setiap harinya. Hal itu untuk memenuhi harapan konsumen yang semakin meningkat,” ujar Nick.

Minum kopi pun menjadi satu budaya atau gaya hidup tersendiri. Di tiap negara, cara menikmati kopi pun bermacam-macam.

Flat White, Favorit London

KopiKota ini memiliki kafe Aussies and Kiwis yang dibuka 10 tahun lalu. Mereka merupakan kafe pertama yang fokus pada kopi espreso dengan menu unggulan flat white dan cappucino.

Kepala Barista London’s Caravan, Estelle Bright mengatakan, dalam lima tahun belakangan, usaha kopi di London semakin berkembang. Selain itu, katanya, London Timur memiliki sejumlah kedai kopi yang dapat dikunjungi. Mereka seperti Allpress, Climpson & Sons dan Caravan. “London masih bertahan dengan flat white-nya yang nikmat, namun cappuccino tidak kalah popular,” tuturnya.

Piccolo Latte, Favorit Melbourne
Kopi telah melebur dalam gaya hidup warga Melbourne. Saking lekatnya, setiap tahunnya kota ini menggelar pameran kopi.

“Budaya kopi di Melbourne memang mengagumkan,” ujar Ketua Kejuaraan Barista Dunia, Pete Licata.

Sedangkan minuman kopi favorit warga Melbourne adalah piccolo latte. Yang membedakan piccolo latte ini dengan café latte adalah takaran susunya yang lebih sedikit sehingga sari kopi dalam takaran espresso-nya sangat terasa.

Jika ingin merasakan kopi asli Melbourne, pengunjung dapat menikmatinya di Axil Coffeehouse Roasters, Auction Rooms dan Dead Man Espresso. Bahkan, pengunjung dapat menggunakan jasa Hidden Secrets Tours untuk paket wisata ‘ngopi’ ke kafe-kafe.

Harus Ada Kue Saat Ngopi di Islandia
Setelah Belanda, Skandinavia juga dikenal dengan konsumsi kopi tertinggi di dunia. Salah satunya yang dikenal sebagai penggilan kopi adalah Islandia.

Seorang barista Islandia, Kristin Thora, menilai saat ini masyarakat Islandia mulai peduli bagaimana kopi mereka disajikan. Dulu, mereka hanya mementingkan makanan yang tersaji di setiap kafe.

“Kamu memiliki kopi dan kue tapi, kamu tidak akan peduli bagaimana si kopi disajikan selama kue tersebut terasa nikmat. Dalam 25 tahun lalu, mereka mulai peduli tentang bagaimana kopi mereka,” ujarnya.

Kopi yang biasa disajikan di Islandia adalah latte atau cappucino. Tempat ‘ngopi’ lokal favorit biasanya di Kaffitar. Sedangkan untuk para milineal, mereka lebih suka ‘ngopi’ di Stofan dan Kaffismidja.

Kopi Hitam, Favorit di Roma
Kopi hitam menjadi favorit bagi masyarakat Roma. Terdapat segelintir kedai kopi yang dijalankan secaraa turun temurun. Mereka adalah Rosati, Sant’ Eustachi dan Giolitti.

Terobsesi Latte Art di Singapura
“Kopi menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Singapura, tapi kami hanya bisa menikmati kopi yang diolah secara modern,” ujar Jovena Loon pemilik Cafe Hopping.

Yang unik adalah warga Singapura tergila-gila dengan seni meracik busa latte atau biasa dikenal dengan Latte Art.

“Warga lokal sangat terobesi dengan latte art sampai-sampai itu menjadi kriteria dasar sebuah kafe yang bagus,” tambah Jovena Loon.

Kopi favorit bagi warga Singapura adalah latte, mocha dan cappuccino. Tempat rekomendasi yang dapat dikunjungi seperti Strangers’ Reunion, Dutch Colony dan Bukit Timah dan Chye Seng Huat Hardware.

Kopi Tetes, Favorit di Seattle
Jika ada kota di AS yang sangat konsisten akan kualitas kopi, jawabannya adalah Seattle. Bahkan kedai kopi berlogo putri duyung hijau yang populer itu pun bermarkas di Seattle.

“Kopi itu ibaratnya seperti sinar matahari cair di Seattle. Kecintaan pada produk dan banyak kedai kopi juga sering membuat kopi kerap menggelar kompetisi meracik kopi sebagai bagian menciptakan minuman kopi yang baru serta memperbaiki kualitas kopi,” ungkap Joshua Boyt dari Victrola Coffee Roasters.

Warga Seattle menikmati kopi espresso, cappuccino dan kopi tetes. Tempat yang dapat dikunjungi adalah Victrola Coffee Roasters, Empire Espresso dan Seattle Coffee Works.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *