Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

4 Mitos Diabetes yang Tidak Perlu Dipercaya Lagi

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Anda yang memiliki tubuh sedikit lebih besar mungkin sering diminta untuk dijaga agar tidak terjangkit diabetes. Padahal, diabetes tak melulu mengincar mereka yang bertubuh besar. Walau memang faktanya kebayakan dari penderita memiliki tubuh besar. Hal tersebut menjadi salah satu kesalahpahaman mengenai diabetes yang sering Anda dengar. Selain itu, ada beberapa hal lagi yang harusnya sudah tidak perlu Anda percaya lagi. Dilansir dari Joslin, berikut 4 mitos mengenai diabetes yang tak perlu Anda yakini.

1. Diabetes Disebabkan Makan Gula Terlalu Banyak 
Faktanya, tak melulu begitu! Diabetes tidak selalu disebabkan banyak mengonsumsi gula. Ada 2 jenis diabetes, tipe 1 dan tipe 2. Untuk diabetes tipe 1, terjadi saat pankreas benar-benar berhenti membuat insulin, hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa yang terdapat pada makanan untuk kemudian mengubahnya menjadi energi. Penyebab tipe 1 belum diketahui pasti, namun banyak ahli menduga faktor lingkungan, virus, dan genetika berperan penting. Untuk diabetes tipe 2, terjadi bila tubuh tidak menghasilkan cukup insulin dan atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Bentuk diabetes ini biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun, kelebihan berat badan, dan memiliki riwayat keluarga diabetes. Namun, sekarang ini anak muda pun banyak mengidap diabetes tipe 2 ini.

2. Berhenti Gunakan Insulin, Berati Anda Gagal Menjaga Diabetes
Jika Anda menderita diabetes tipe 1, Anda malah disarankan untuk mengonsumsi insulin untuk bertahan hidup. Orang dengan diabetes tipe 2 pada awalnya mungkin dapat mengelola diabetes mereka dengan kombinasi makanan sehat dan aktivitas fisik yang menyehatkan tubuh. Pengobatan oral menjadi pilihan banyak orang di awal diagnosa diabetes. Karena itu, insulin juga dibutuhkan pasien. Hal ini karena diabetes berubah seiring berjalannya waktu.

3. Penderita Diabetes tidak Bisa Menjalani Gaya Hidup Aktif
Mitos ini sangat menggangu! Padahal, sudah banyak penelitian yang menyatakan dampak positif aktivitas fisik regular terhadap menurunkan glukosa. Bagi Anda penderita diabetes, sebaiknya menggunakan personal traineer yang memang mengenali diabetes dengan baik agar aktivitasnya disesuaikan.

4. Suntikan Insulin Itu Menyakitkan
Faktanya tidak menyakiti Anda. Anda hanya perlu mempraktikkan teknik injeksi yang baik. Saran yang banyak direkomendasikan dokter adalah setelah memilih dan membersihkan tempat suntikan, suntikan pada sudut 90 derajat. Sementara kulit tersuntik, Anda harus merasakan rileks. Setelah itu, keluarkan jarum dan jangan disentuh bagian yang telah disuntikkan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *