Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

21 Spesies Hewan Dilindungi Dinyatakan Punah di Amerika

taufiqurokhman.com (Washington) – Sebanyak 21 spesies dari 23 hewan lindung di Amerika Serikat dinyatakan punah. US Fish and Wildlife Service (USFWS) menghapus 21 dari 23 daftar hewan yang dilindungi di bawah naungan Endangered Species Act (ESA).

Menurut pernyataan USFWS, spesies yang hilang termasuk pelatuk paruh gading yang sebelumnya merupakan pelatuk terbesar di AS dengan ketinggian 51 sentimeter. Kemudian 10 burung, delapan spesies kerang air tawar, dua spesies ikan air tawar, spesies kelelawar buah, dan spesies tanaman.

Spesies ini telah terdaftar sebagai dilindungi di bawah ESA setidaknya sejak 1993, dengan beberapa telah dimasukkan dalam draft pertama ESA pada 1973. Di bawah ESA, spesies yang terdaftar dan habitatnya dilindungi, menerima dana untuk memastikan kelangsungan hidup mereka.

“Namun, hanya satu spesies yang dihapus dari daftar yang memiliki penampakan yang dikonfirmasi abad ini, dan 21 dari 23 spesies belum terlihat sejak 1990,” menurut USFWS dilansir dari Live Science, Sabtu (02/10/2021).

Menurut ahli biologi USFWS yang bertanggung jawab atas klasifikasi untuk ESA, Bridget Fahey mengatakan kepunahan hewan-hewan ini adalah peringatan serius karena mengancam keanekaragaman hayati global. Menurutnya, gal ini adalah konsekuensi dari perubahan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia.

Misalnya saja, Bachman’s warbler atau burung kecil berwarna kuning ini sebelumnya ditemukan di Florida dan Carolina Selatan dan bermigrasi ke Kuba pada musim dingin, namun tidak lagi terlihat di kedua negara tersebut sejak 1988.

“Sebagian besar spesies (burung) ini telah lama dicurigai punah,” kata John Fitzpatrick, mantan kepala ornitologi di Cornell University. “Burung-burung Hawaii, khususnya, benar-benar punah, jadi masuk akal untuk mendaftarkan mereka sebagai punah,” lanjutnya.

Kemudian, Kauai nukupuu dari Hawaii belum dikonfirmasi penampakannya sejak 1899 dan hanya dapat diidentifikasi dari lukisan. Namun Fitzpatrick tidak setuju bahwa pelatuk paruh gading sudah musnah. Menurutnya ada cukup bukti untuk menyerah pada spesies lain namun tidak dengan pelatuk paruh daging.

“Menurut pendapat saya, masih ada keraguan yang cukup tentang burung pelatuk, bahwa mendaftarkannya sebagai punah sekarang terlalu dini,” kata Fitzpatrick.

USFWS mencantumkan tanggal terakhir dari penampakan burung pelatuk paruh gading yang dikonfirmasi di AS pada 1944. Namun pada 2005, Fitzpatrick memimpin sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Science, yang mengumumkan penemuan kembali burung pelatuk paruh gading, setelah beberapa laporan penampakan dan analisis video yang diambil di Arkansas.

“Pelatuk paruh gading “selalu menjadi spesies yang sangat sulit dipahami, dan jika memang ada hari ini, jumlahnya sangat kecil, terbatas pada tempat-tempat sulit untuk diselidiki,” kata Fitzpatrick.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *